Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cara Jualan Gorengan Biar Laris yang Telah Terbukti



Cara jualan gorengan biar laris sebetulnya adalah hal yang sederhana. Namun anda tetap akan kesulitan jika seandainya tidak mengetahui caranya.

Ini dapat dikatakan mudah karena masyarakat kita sudah sangat akrab dengan gorengan. Dalam kata lain, tidak perlu mengenalkan kembali produk tersebut karena semua orang telah tahu.

Sekarang yang diperlukan hanyalah membuat bagaimana agar orang yang ingin membeli gorengan datang ke tempat anda bukannya ke tempat yang lain.

Kita dapat dengan mudah menemukan orang berualan gorengan. Hal ini juga seiring dengan banyaknya orang yang sangat suka dengan memakan gorengan.

Namun kendala yang dihadapi oleh para penjual gorengan adalah gorengan yang tidak laku. Bagaimana mensiasatinya?

Sebetulnya ini adalah masalah yang cukup kompleks dari hanya tidak laku jualan. Dilihat dari sisi bisnis, gorengan tidak memenuhi banyak hal dalam segi branding, jaringan pemasaran dan lain sebagainya.

Misalnya; salah satu cara meningkatkan penjualan adalah dengan memberikan nilai tambah, kelebihan dibanding pesaing atau layanan purnajual.

Sebagai penjual gorengan, apakah itu berarti anda membuat gorengan lebih besar dari pesaing dan menjual lebih murah dari pesaing?

Jangan lakukan itu, karena anda merusak harga pasar, strategi banting harga adalah hal yang umum yang dilakukan oleh UKM, namun usaha yang melakukannya seringkali tidak bertahan lama. Biasanya dalam bisnis seseorang harus melakukan banding.

Namun bagaimana membangun brand gorengan? Apakah gorengan kita diberi nama “Gorengan Haji Mamat” kemudian menaikan harganya, mungkin ya, mungkin tidak.

Seperti yang saya jelaskan diawal, ini telihat sederhana namun dari segi bisnis tidaklah sesimpel itu. Untuk memahaminya, anda perlu membedakan produk yang memiliki diferensiasi dan produk komoditas.

Produk Komoditas


Disebut Produk komoditas karena produk ini memenuhi komoditas (Commodity) kebutuhan sehari-hari manusia. Misalnya bahan pangan. Namun jika produk anda tidak memiliki merek, cenderung dapat disebut sebagai produk komoditas.

Dalam hal gorengan, sebagian besar akan mengincar segmen komoditas, artinya ia menjual sebagai gorengan, sama seperti kebanyakan gorengan, tanpa diferensiasi yang membedakan antara gorengannya dengan gorengan yang lain.

Jika anda memilih bisnis seperti ini, anda memiliki margin per produk yang lebih rendah namun cenderung memiliki konsumen yang cukup banyak.

Jika anda ingin laris jualan gorengan biasa sama seperti kebanyakan penjual, strategi yang dapat anda lakukan sebagai berikut;

1. Perhatikan Kualitas Gorengan


Yang perlu anda perhatikan tentu saja produknya. Coba perhatikan produk anda dibandingkan produk pesaing. Apakah anda sudah cukup enak, gurih dan bikin nagih? Coba buat sama atau bahakan lebih baik dari kompetitor.

2. Membuka di Lokasi yang Tepat


Taukah anda bahwa 3 dari 5 alasan bisnis makanan sukses karena lokasinya yang strategis. Anda harus dapat menemukan lokasi strategis yang bisa anda pilih untuk memulainya.

Ramai memang cenderung tempat strategis, namun tidak selalu.

Ciri-ciri lokasi strategis adalah:

1. Mereka adalah orang-orang yang tertarik membeli gorengan

2. Ramai oleh orang yang tertaik tadi.

Anda dapat membuka di kantin sekolah, depan sekolah, di pinggiran kampus, pinggir masjid, minimarket, dan sebagainya.


Produk yang Memiliki Diferensiasi


Diferensiasi atau perbedaan adalah keuniakan, nilai tambah, atau advanced value yang dapat anda tambahkan pada produk anda. Produk yang memiliki diferensiasi akan keluar dari komoditas.

Komoditas seringkali digambarkan sebagai red ocean atau lautan merah menurut buku Blue Ocean Strategy. Karena disini ada banyak penjual yang akan berdarah darah memperebutkan sedikit konsumen. Dan hal ini memunculkan persaingan yang tidak sehat.

Jika dalam komoditas seseorang menilai sebuah produk hanya “sebuah produk”, lain hal nya dengan yang diterapkan dalam strategi kali ini. Yang akan kita tanamkan dalam benak konsumen sebuah produk kita bukan hanya sebuah produk tetapi “produk dari merek A”.


Untuk dapat memahaminya, saya punya pertanyaan sederhana untuk anda:

Apa bedanya ayam crispy dan KFC? Mungkin memang terdapat banyak perbedaan tetapi ada perbedaan esensial yang perlu anda perhatikan.

Jika seandainya anda membuat produk yang sama persis dengan produk KFC tanpa merek KFC, apakah akan selaku dengan merek KFC, tentu tidak. Jadi inilah yang dinamakan branding.

KFC berhasil menanamkan merek mereka di benak konsumen sehingga masyarakat mengasosiasikan merek KFC dengan ayam crispy terbaik.

Lalu apa kaitannya dengan jualan gorengan?

Saya ingin mengajak anda menjual gorengan seperti KFC menjual ayam crispy.

Bayangkan anda memiliki lapak gorengan yang tersebar di seluruh dunia, tentu asik bukan? Kenyataannya anda hanya perlu mencontek cara KFC dalam jualan ayam crispy.

Membuat produk dan mengetes ke ceruk pasar yang tepat

Jika ada memilih untuk membangun bisnis seperti KFC, anda harus menemukan produk yang tepat untuk ceruk pasar tertentu. Sama seperti KFC yang fokus jual ayam crispy, anda nantinya harus menemukan sebuah produk yang hendak anda jual.

Menemukan produk? Bukankah produknya sudah jelas yaitu gorengan?

Baik, dalam hal ini yang telah saya jelaskan diatas, anda harus menemukan diferensiasi yang kuat antara gorengan anda dengan gorengan biasa. Akan jauh lebih baik jika gorengan anda secara total sama sekali berbeda, jenis baru dan rasanya “merakyat”.

Jika anda telah menemukan produk seperti ini, anda tidak langsung menjualnya. Lakukanlah riset pada ceruk pasar yang anda target. Anda dapat memberikan free sample dan memintanya mengomentari produk gorengan anda tesebut.

Buatlah hingga produk anda siap pada ceruk pasar yang anda incar.

Uji Ngangenin


Ini adalah strategi powefull yang diajarkan oleh Jaya Setiabudi dalam buku Buka Langsung Laris-nya. Jadi jika anda memberikan sample, seringkali yang menerima free sample memberikan data yang tidak benar, bukan karena ingin menipu anda ini memang tidak sengaja.

Kita cenderung mengapresiasi kebaikan orang lain. Saat kita mendapat makanan gratis berupa free sample, kita cenderung melihat kebaikan dari makanan tersebut. Padahal yang paling dibutuhkan saat itu adalah kritik untuk membangun produk anda.

Jadi prinsipnya setelah anda melakukan free sample, anda menjualnya kemudian perhatikan ada berapa orang yang melakukan pembelian kembali  (Repeat order).

Jika sangat sedikit, mungkin ada yang salah dengan produk anda. Anda harus terus mengemangkan produk anda. Mungkin membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan.

Membuat Kemasan dan Brand


Setelah produk anda cukup sempurna, anda dapat mulai membuat kemasan. Buatlah kemasan yang mudah untuk ditemukan oleh mata.

Kira-kira begini, kalau produk anda diletakan di etalase, apakah produk anda menjadi produk yang pertama kali dilihat? Jika tidak, ubahlah. Buat kemasan yang mencolok namun tetap mewakili produk dan brand anda.

Memasarkan


hal terakhir yang harus anda lakukan adalah melakukan pemasaran secara luas dengan berbagai media pemasaran yang sangat banyak yang dapat anda gunakan saat ini.

Post a Comment for "Cara Jualan Gorengan Biar Laris yang Telah Terbukti"