Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Bagaimana Menghadapi Krisis Ekonomi yang Mungkin Terjadi Akibat Virus Corona




Virus corona berkembang sangat cepat dari epidemi di wilayah China hingga menjadi pandemi global. 3 Maret 2020 dikonfirmasi dua warga Depok terkena Covid-19, hingga artikel ini ditulis sudah ada ribuan orang yang terkena Covid-19.

Banyak yang memprediksikan kapan wabah ini berakhir ada yang mengatakan bulan Juni bahkan ada yang memprediksikan wabah akan berakhir Oktober 2021. Hanya dalam waktu satu bulan wabah virus corona sudah mengacaukan perekonomian global dan perekonomian Indonesia khususnya.

Kemunculan virus ini belum dapat dipastikan asal muasalnya namun menurut Mardigu, pendiri Santara, wabah virus corona merupakan senjata biologis Amerika untuk melumpuhkan perekonomian China karena selama ini China menjadi sandungan terbesar Amerika untuk menduduki posisi nomor satu di kancah ekonomi global.

Selama wabah corona, rupiah melemah hingga Rp.16.000,- ini menjadi pukulan telak bagi industri yang memperoleh bahan baku secara impor. Ini semua terjadi dalam kurun waktu satu bulan saja. Bagaimana sampai akhir tahun ini atau skenario terburuk bagaimana jika benar- benar berakhir pada Oktober 2021?

Hal terburuk dari wabah virus corona yang berkepanjangan adalah krisis ekonomi yang akan melumpuhkan sebuah negara.


Ekonomi merupakan rantai yang tersambung satu sama lain, kerusakan sebuah bagian dapat mengacaukan sistem ekonomi secara keseluruhan. Persis seperti krisis ekonomi 1998.

Krisis ekonomi yang terjadi di Asia Tenggara tahun 1998 akibat melemahnya mata uang bath Thailand yang mengacaukan ekonomi negara tersebut. Kemudian dampaknya hingga Indonesia dan mengubah sejarah Indonesia untuk selamanya.

Sejarah terus terulang, entah diharapkan atau tidak. Krisis ekonomi mungkin akan terjadi kembali akibat wabah virus corona. Namun bedanya kita harus siap untuk menghadapinya baik dalam lingkup nasional maupun secara individu.

Pada tahun 1998 banyak perusahaan gulung tikar, gelombang PHK memuncak, rupiah melemah sangat tajam dan kekacauan terjadi dimana- mana hal ini menyebabkan banyak orang kaya jatuh miskin.

Namun yang jarang disorot oleh media adalah, selain banyak orang jatuh miskin krisis ekonomi juga menyebabkan munculnya OKB alias orang kaya baru.

Perusahaan yang besar saat ini sebagian merupakan mereka yang sanggup menghadapi krisis ekonomi 1998.

Saat krisis ekonomi, akan menjadi apakah anda nantinya, termasuk orang yang jatuh miskin atau orang kaya baru?

Robet T. Kiyosaki dalam bukunya Cashflow Quadrant mengatakan bahwa investor sejati dapat meraih untung dalam kondisi ekonomi apapun. Mereka tidak seperti kebanyakan investor yang dikendalikan oleh perasaan takut dan keserakahan.

Jika anda sebagai seorang pelaku usaha, apabila anda hendak menjadi orang kaya baru selama krisis ekonomi, anda harus mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk menghadapi dan menggnakan krisis ekonomi sebagai batu loncatan bisnis anda.


1. Putuskan ketergantungan pada impor

Selama krisis ekonomi nilai mata uang akan turun tajam terhadap dolar. Hal inilah yang menyebabkan sebagian industri tidak dapat menjalankan usahanya karena bahan baku yang ikut naik, imbasnya harga produk menjadi naik dan karena harga harga produk naik orang tidak ingin membeli, karena tidak ada yang membeli, usaha tersendat kemudian akhirnya tutup.

Hal ini tidak akan berlaku apabila anda melepas ketergantungan kepada impor entah itu produk atau bahan baku produksi.

Alangkah lebih baik jika anda memproduksi sendiri bahan baku yang selama ini anda impor jika memungkinkan.

Memiliki bahan baku yang diproduksi sendiri tidak hanya membuat keuntungan menjadi naik, tetapi juga menjadikan usaha lebih kebal terhadap krisis ekonomi.

Namun jika anda tidak dapat memproduksi sendiri bahan baku tersebut, carilah produk lokal yang dapat anda jadikan bahan baku produksi.

2. Mulai ekspor

Mata uang yang melemah adalah kabar gembira bagi eksportir karena produk mereka akan menjadi sangat murah di luar negri sehingga mampu bersaing.

Ini adalah alasan mengapa produk China sangat murah. Pemerintah China secara sengaja mendevaluasi mata uang yen terhadap dolar. Akibatnya produk dari China menjadi sangat murah dan mampu bersaing atau bahkan mengungguli produk lokal.

Jika selama ini anda belum melakukan ekspor, sebaiknya mulailah lakukan ekspor karena dengan melakukan ekspor anda telah menggunakan batu loncatan untuk mengembangkan bisnis anda.

Untuk melakukan ekspor, anda cari tahu terlebih dahulu market di luar negri. Setelah itu anda dapat memenuhi dokumen yang dibutuhkan untuk melakukan ekspor. Jika sudah, kini anda dapat melakukan ekspor.


3. Stok

Stok sangat penting dilakukan saat krisis ekonomi, anda hanya perlu membeli sebelum terjadi kelangkaan apa yang dibutuhkan dalam produksi. Jadi jika terjadi kelangkaan, anda jauh lebih siap menghadapinya.

Stok juga dapat dilakukan oleh distributor untuk persediaan masa kelangkaan pada saat krisis ekonomi. Dengan memiliki stok barang, anda sudah lebih unggul dari pesaing anda.

Bukankah stok termasuk penimbunan?

Stok dan penimbunan sama sekali berbeda. Stok artinya membeli dalam jumlah banyak untuk persediaan pada masa kelangkaan, sedangkan menimbun berarti menahan barang dengan tidak menjualnya sebelum periode kelangkaan, kemudian menjual pada periode kelangkaan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Dari dua motif kegiatan dan yang dilakukan sama sekali berbeda.

4. Pangkas jumlah dan gaji karyawan

Cara menghadapi krisis ekonomi yang umum dilakukan adalah dengan memangkas jumlah gaji atau jumlah karyawan. Tips ini terlihat agak kejam, namun patut dipertimbangkan pada saat genting.

Karyawan merupakan beban pengeluaran yang sangat besar bagi perusahaan. Saat minim pemasukan kala krisis ekonomi, maka yang harus dilakukan adalah meminimalisir pengeluaran salah satunya adalah memangkas gaji dan atau jumlah karyawan.

Hal yang sama pernah dilakukan oleh Chairul Tanjung saat memimpin pabrik sepatu yang tengah mengalami kerugian.

Hal yang dilakukannya adalah memberikan pengertian kepada karyawannya untuk mau menerima keadaan dan ikut bersimpati kepada perusahaan. Sebagian karyawan dirumahkan selama periode belum membaik.

Hasilnya, perusahaan mampu dan dapat bertahan menghadapi masalah perusahaan yang baru didirikannya itu.



5. Maksimalkan pemasaran

Jika anda menggunakan beberapa cara pemasaran, sudah saatnya anda menggunakan cara pemasaran yang baru. Ini akan menjangkau target pasar yang belum pernah anda jangkau sebelumnya.

Saat krisis ekonomi, banyak orang beralih kepada produk yang menurutnya lebih murah atau lebih baik. Jika anda mampu menjangkau calon konsumen yang menginginkan hal tersebut, maka bisnis anda akan semakin tumbuh saat krisis ekonomi melanda.

Memaksimalkan distribusi dengan lebih banyak distributor dan melakukan promosi baik secara online maupun offline.

Corona merupakan pandemi yang mirip seperti flu Spanyol 1918, sebagian analisis mengatakan ini akan berakibat menjadi krisis ekonomi global.

Jika ini teradi, semoga tips yang dibagikann diatas dapat membantu anda agar krisis ekonomi bukan menjadi pukulan, namun justru menjadi batu loncatan bagi bisnis anda sehingga anda masuk ke jajaran orang kaya baru setelah melewati krisis ekonomi.

Post a Comment for "Bagaimana Menghadapi Krisis Ekonomi yang Mungkin Terjadi Akibat Virus Corona"