Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Hati-hati! Ini Keputusan Keuangan yang mungkin Akan Anda Sesali


Semakin banyaknya uang, menuntut seseorang untuk semakin pintar dalam mengelola keuangan. Jika salah langkah, sangat mungkin kauangan akan menjadi kacau.

Salah seorang pemain basket profesional yang legendaris bernama Allen Iverson. Ia merupakan pemain basket dalam klub yang bernama Philadephia. Tidak ada yang menolak jika dikatakan bahwa ia adalah pemain basket dengan kemampuan diatas rata-rata pemain basket profesional lainnya.

Allen telah mengumpulkan kekayaan lebih dari US$200.000.000 atau sekitar Rp. 2,4 triliun! Jumlah yang sangat fantastis sekali. Bagaimana kira-kira jika uang sebanyak itu didepositokan?

Jika ia mendepositokan uang tersebut dengan bunga sebesar 7% per tahun, maka ia akan mendapatkan Rp.134 miliar pertahun kira-kira Rp.11,3 miliar perbulan!

Lalu apa yang sebenarnya yang dilakukan Allen dengan uangnya? Allen menghabiskan semua uangnya dan mengalami masalah keuangan yang parah!

Di dunia basket, Allen adalah sang juara, di dunia keuangan Allen adalah pecundang. Ia telah mengambil keputusan ceroboh yang mengeruk hartanya. Ia tidak pernah menduga harta sebanyak itu dapat habis.

Namun kita semua bisa menjadi Allen jika kita tidak jeli dalam mengatur keuangan. Untuk itu anda harus mengetahui keputusan keuangan apa saja yang mungkin nanti anda sesali, berikut ulasannya:

Menghabiskan Uang Berlebihan


Biasanya seseorang yang pendapatannya meningkat pengeluarannya juga semakin meningkat padahal sebagian besar pengeluaran tidak benar-benar dibutuhkan.

Inilah pentingnya tabungan dan investasi. Orang yang tidak memilikinya cenderung menghabiskan uang dengan membeli hal-hal yang konsumtif.

Orang miskin memasukan semua pendapatan ke pengeluaran
Orang kelas menengah memasukan pendapatan ke liabilitas yang dikiranya aset
Orang kaya memasukan pendapatannya ke kolom aset yang kelak akan memberinya pendapatan

Gaya hidup seseorang cenderung naik seiring kenaikin gaji yang padahal jika dicermati semua pengeluaran untuk gaya hidup itu hanya untuk memuaskan dari sisi emosional saja alih-alih fungsionalnya.

Contoh baik dapat kita pelajari dari Sir John Templeton yang merupakan seorang investor yang hanya menggunakan 50% dari jumlah pendapatannya yang sisanya ia investasikan.



Fokus Pada Harga, Bukan Nilai


Lihatlah barang dari nilaina bukan dari harganya. Seringkali barang yang dijual memiliki nilai yang rendah namun memiliki harga yang tinggi dan demikian juga sebaliknya.

Cara membeli yang bijak adalah dengan membeli barang yang berkualitas agar awet dan tidak cepat rusak yang nantinya justru harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli barang yang rusak tersebut.

Inilah mengapa penting untuk membedakan kebutuhan dan keinginan. Lihat sebuah produk dari fungsinya. Apakah fungsi tersebut penting bagi anda atau tidak, jika tidak, jangan habiskan uang untuk hal yang tidak perlu teresebut.

Tidak Menetapkan Rencana Keuangan


Rencana keuangan sangat penting untuk setiap orang. Namun sayangnya sedikit orang membuat perencanaan keuangan padahal perencanaan keuangan sangat penting untuk menghadapi ketidakpasian kedepannya.

Banyak orang terlena dengan gaji dan tidak pernah merancang rencana keuangan masa depan. Padahal perencanaan keuangan dapat melipatgandakan kekayaan seseorang. Namun saat anda merancang rencana, jangan salah dalam merencanakan.

Seperti yang Benjamin Franklin katakan, “Gagal membuat rencana berarti merencanakan untuk gagal.”  Alokasikanlah 10% pada investasi yang aman seperti emas, deposito, obligasi pemerintah dan lainnya. Sisihkan 30% untuk menabung dengan jumlah 12x pengeluaran bulanan sebagai dana darurat. Setelah dana darurat telah terkumpul, barulah berinvestasi.

Rencana keuangan dapat anda buat untuk jangka waktu 5 hingga 10 tahun. Jika anda ingin memiliki rumah, anda dapat mulai merencanakan bermacam investasi untuk menaikan uang yang anda tabung agar dapat membeli rumah idaman anda.

Ada sangat banyak instrumen investasi, kemana dan berapa komposisi investasi yang anda lakukan tergantung dari profil investasi anda apakah konservatif, moderat atau agresif.

Tidak Mencari Penghasilan Tambahan


Banyak orang hanya mengandalkan satu cara mendapatkan uang saja padahal ada sangat banyak cara untuk mendapatkan uang. Milikilah multiple source invome atau income tambahan diluar pendapatan utama anda.

Anda dapat menggunakan keahlian anda, atau hal produktif apapun yang bisa dillakukan untuk menambah penghasilan. Atau belajarlah hal-hal baru yang nantinya dapat membantu anda mengerjakan hal lain yang lebih produktif.

Tidak Pernah Mengevaluasi Laporan Keuangan


kebanyakan miliarder melakukan evaluasi setengah hingga jam hingga satu jam dalam sebulan untuk mengevaluasi keuanngan kereka. Orang-orang sukses sering melakukan financial Check-up untuk melihat kesehatan keuangan.

Dengan melakukan financial check-up, seseorang dapat melihat bagaimana keuangan mereka, apakah mereka sudah melakukan yang tepat, apakah hutang aman, mengecek investasi yang dilakukan dan sebagainya.

Sok Tahu Perihal Keuangan


Para miliarder tertarik mempelajari tentang finansial dan sering membaca hal-hal terkait dengan dunia keuangan. Akibatnya mereka semakin peka terhadap keuangan dan update mengenai perkembangan terkini.

Saat ini duna bergerak sangat cepat, mereka yang tidak dapat beradaptasi dengan keadaan ini tidak akan bertahan lama. Inilah pentingnya untuk terus mendapatkan infomasi terbaru terutama di dunia keuangan.

Mulailah untuk membaca mengenai keuangan pribadi yang praktis dan mudah dipahami. Bahkan jika perlu anda dapat mendatangi perencana keuangan untuk mempelajari hal-hal baru sekaligus merencanakan keuangan yang anda inginkan.

Mengambil Risiko Besar Keuangan


Low risk, low return. High risk high return.

Kata ini sangat populer dalam dunia investasi namun resiko dapat dikeola asal tahu caranya. Namun jika anda tidak dapat mengelola atau mengurangi resiko, sebaiknya jangan mengambil resiko.

Itu justru tampak seperti pertaruhan di meja judi dengan potensi jackpot atau kalah. Lebih baik realistislah melihat sebuah potensi. Jangan sampai keputusan yang salah justru akan menggerus uang anda nantinya.

Sebagaimana yang Warren Buffet katakan “Atran pertama dalam bisnis adalah jangan pernah kehilangan uang. Aturan keuda, jangan lupakan aturan pertama.”


Untuk mengurangi resiko, penting bagi anda untuk memiliki ansuransi yang diperlukan untuk menghadapi ketidakpastian.

Jika anda hendak memulai bisnis, carilah partner yang tepat, bisa dipercaya, kompeten, memiliki tugas yang jelas dan pembagian keuntungan yang jelas. Jika tidak, jangan paksakan untuk memulai sebuah bisnis. 90% bisnis mati di tahun keuda dan hanya 1% yang bertahan di tahun ke 5. kebanyakann orang berpikir mereka pasti masuk dalam yang 1% padahal gabungan kesiapan dan keberuntungan yang dapat membawa bisnis dapat bertahan.

Jika anda hendak mengambil resiko tinggi dalam investasi, lakukanlah pada saat usia masih mudah, saat sudah tua anda harus lebih konservatif. Percayalah orang tidak menganggap anda pintar dengan mengubah 1 triliun menjadi 2 triliun. Namun anda akan dianggap luar biasa bodoh jika uang 1 triliun menjadi 0.

Jadi fokus pada mengamankan kekayaan anda untuk diwariskan ke anak cucu kelak daripada menginvestasikannya pada instrumen investasi beresiko tinggi pada saat anda sudah tua meskipun memberikan imbal bunga yang tinggi.

Post a Comment for "Hati-hati! Ini Keputusan Keuangan yang mungkin Akan Anda Sesali"