Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

7 Kesalahan Perencanaan Keuangan Yang Harus Dihindari

7 Kesalahan Perencanaan Keuangan Yang Harus Dihindari


Langkah pertama dalam mengamankan keuangan di masa depan adalah dengan membuat rencana. Tetapi sekalipun jika Anda memiliki rencana, atau bahkan jika Anda sedang dalam proses membuat rencana, ada kesalahan yang harus Anda hindari. Membuat kesalahan perencanaan keuangan justru dapat menghabiskan uang sangat banyak di masa mendatang.

Karena itu, pastinya anda harus memastikan menghindari kesalahan perencanaan keuangan ini dengan cara apa pun.

Di bawah ini adalah daftar 7 kesalahan perencanaan keuangan yang umum dilakukan oleh orang-orang. Jika ternyata saat ini Anda melakukan kesalahan yang disebutkan, jangan merasa jangan kecewa, berbahagialah karena anda dapat memperbaikinya sesegera mungkin.

Dan yang terpenting adalah Anda mulai memperbaiki kesalahan tersebut sehingga Anda masih bisa maju secara finansial. Ingat, tidak ada kata terlambat untuk mulai bergerak ke arah yang benar.

Jika Anda tidak melakukan kesalahan perencanaan keuangan, bagus! Tetapi Anda harus tetap membuat beberapa catatan agar Anda tidak membuat kesalahan di kemudian hari.
Berikut 7 Kesalahan Perencanaan Keuangan Terbesar Yang Harus Dihindari

1. Tidak Melakukan Apa yang Telah Direncanakan


Sayangnya ini adalah kesalahan perencanaan keuangan yang paling umum. Anda mencurahkan seluruh waktu dan upaya Anda untuk membuat rencana dan bersemangat memikirkan tujuan keuangan dan impian Anda agar menjadi kenyataan.

Beberapa minggu pertama mungkin anda sangat bersemangat untuk mengikuti rencana yang telah dirancang. Kemudian setelah sebulan atau lebih mungkin anda sudah lupa mengenai rencana keuangan yang telah dirancang, tidak lagi berambisi dan pada akhirnya menyesal.

Maka pastikan Anda tidak berhenti setelah rencana Anda dibuat.

7 Kesalahan Perencanaan Keuangan Yang Harus Dihindari

2. Tidak Memiliki Dana Darurat Yang Memadai


Para ahli perencana keuangan merekomendasikan untuk memiliki tabungan enam hingga setahun biaya hidup untuk dana darurat.

Mengapa? Dengan tingkat pengangguran di Indonesia terbilang tinggi, Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan kehilangan pekerjaan dan Anda tidak pernah tahu berapa lama untuk menemukan pekerjaan lain. Lebih baik aman daripada menyesal.

3. Tidak Membuat Catatan Keuangan


Membuat anggaran tidaklah begitu menyenangkan dan ini menjadikan orang mengabaikannya. Dan ini juga merupakan sebuah kesalahan.

Ubahlah sudut pandang anda, jangan melihat catatan keuangan adalah batasan bagi anda untuk menghabiskan uang, namun anggaran menjadikan uang keluar lebih terencana.

Dengan catatan keuangan, Anda tahu berapa banyak yang Anda habiskan untuk makan, hiburan, dan kebutuhan sehari-hari.

Dengan memiliki catatan keuangan anda dapat menyeimbangkan uang yang ada miliki. Jika anda makan diluar, mungkin anda mengurangi belanja nantinya.

4. Tidak Menabung dan Berinvestasi


Tidak menabung dan berinvestasi adalah kesalahan umum yang dilakukan orang yang pada akhirnya menyebabkan masa depan menjadi suram.

Kita semua berangkat sekolah dan belajar disana untuk mendapatkan masa depan yang cerah, namun tidak belajar apapun soal mengelola keuangan.

Inilah tugas kita semua untuk membiasakan diri menabung dan berinvestasi. Ingat begitu anda penerima penghasilan, hal yang dilakukan adalah menabung kemudian investasi baru kemudian sisanya dihabiskan bukan sebaliknya.

Kesalahan umum orang adalah menghabiskan uang kemudian sisanya baru ditabung. Jangan ulangi kesalahan yang banyak sekali orang lakukan.

Bahkan jika memungkinkan anda dapat membuat transfer otomatis ke rekening tabungan begitu gaji diterima.

7 Kesalahan Perencanaan Keuangan Yang Harus Dihindari

5. Tidak Hidup dalam Kemampuan Finansial Anda


Seperti yang sering dikatakan, “Bergayalah sesuai dengan isi dompetmu.” ini merupakan nasihat yang sangat cocok bagi sebagian orang yang cenderung menghabiskan uang untuk lifestyle.

Mengikuti trend lifestyle mendorong orang untuk menghabiskan lebih banyak dari yang mereka hasilkan demi gengsi semata. Mereka ingin terlihat kaya secara finansial dan bergelimang harta walaupun kenyataannya mereka miskin dan bergelimang hutang.

Berbahagialah dengan berapa banyak yang Anda hasilkan dan jangan belanjakan hanya untuk lifestyle. Anda akan lebih bahagia dan jauh lebih baik pada akhirnya.

Selain itu, seiring kenaikan gaji Anda, penting untuk terus hidup seolah-olah Anda tidak pernah menerima kenaikan gaji. Artinya anda menunda kesenangan.

Seiring dengan kenaikan gaji anda, kekayaan anda bertambah tanpa disadari dan aset anda semakin menggemuk tanpa orang lain ketahui.

Lihatlah benda dari fungsinya bukan dari mereknya. Mobil berfungsi untuk memindahkan orang dari A ke B, maka merek apapun itu mestinya dapat menjalankan funsi tersebut. Jadi mengapa harus menggunakan mobil yang mahal?

Contoh nyata dapat kita lihat pada Warren Buffet yang menduduki peringkat orang paling kaya ke tiga di bumi tidak pernah membeli mobil dan rumah mewah dan hanya menghabiskan 50 ribu rupiah perhari untuk makan.

6. Investasi Sebelum Melunasi Hutang

7 Kesalahan Perencanaan Keuangan Yang Harus Dihindari

Tidak ada gunanya berinvestasi jika anda masih memiliki hutang. Misalnya anda berinvestasi 6% sedangkan bunga kartu keridit anda 13%. Pastikan anda melunasi atau memiliki uang untuk membayar keridit anda sebelum berinvestasi.

Namun menurut Robet T. Kiyosaki, ada 2 jenis hutang yaitu hutang produktif dan hutang konsumtif. Hutang produktif membuat kita semakin kaya dan hutang konsumtif membuat kita semakin miskin.

Ia mengibaratkan hutang sebagai nuklir. Ia dapat menjadi PLTN atau bom atom tergantung bagaimana itu digunakan. Demikian juga dengan hutang. Jika hutang digunakan untuk hal produktif maka akan menjadi hutang yang produktif demikian sebaliknya.

Contohnya ia membeli sebuah rumah dan tanah yang luas dengan hutang di bank sebesar US$ 100.000,- dengan cicilan US$500 per bulan. Ia menyewakan halaman yang luas seharga US$700. Dan ia mendapatkan $200 perbulan.

Ia mengatakan bahwa bank seakan akan memberikannya rumah secara cuma-cuma bahkan gaji US$200 perbulan tanpa usaha keras untuk mengumpulkan US$ 100.000,- untuk membeli rumah tersebut.

Pihak bank senang ia mendapatkan mitra yang tepat yang akan mencicil rumah tersebut.
Penyewa senang mendapatkan halaman yang luas dengan harga yang murah.
Robet T. Kiyosaki senang mendapatkan uang tambahan dan rumah gratis yang dicicil oleh penyewa tanah.

Ini adalah contoh hutang produktif. Namun untuk kebanyakan orang memiliki hutang konsumtif alih-aih produktif. Namun beliau juga mengatakan bahwa hutang produktif beresiko dan tidak menyarankan untuk semua orang karena hanya investor kelas kakap yang bisa dan perlu diketahui jika caranya gagal ia punya talangan dana untuk mengantisipasi hutang tersebut.

Dengan kata lain ia memiliki uang, namun ia tidak menggunakan uangnya melainkan uang orang lain untuk investasi.

7. Tidak Memiliki Asuransi


Saat anda telah berkeluarga, sudah selayaknya anda memikirkan asransi untuk menghadapi ketidakpastian yang mungkin akan anda alami nantinya.

Namun disayangkan kebanyakan orang mengabaikan hal ini sehingga mereka membayar biaya yang seharusnya dapat dibayar oleh poli asuransi jika sebelumnya menggunakan asuransi.

Pilihlah asuransi dengan bijak dan hindari asuransi yang tidak perlu. Dengan memilih ansuransi yang tepat anda akan mendapatkan keuntungan dan keamanan dalam situasi yang serba tidak pasti.


Post a Comment for "7 Kesalahan Perencanaan Keuangan Yang Harus Dihindari"