Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Bisnis Investasi Dengan Skema Ponzi, Bodong atau Tidak?

Bisnis Investasi Dengan Skema Ponzi, Bodong atau Tidak?


Anda pasti pernah tertarik dengan yang namanya investasi? Apalagi jika tawaran investasi tersebut sangat menjanjikan keuntungan berkali lipat. Siapa yang tidak mau berinvestasi di usia muda, bisa jadi investasi tersebut adalah salah satu peluang anda untuk sukses dimasa depan.

Indonesia sekarang ini banyak yang menawarkan investasi, mulai dari investasi saham, emas, surat berharga, properti, valuta asing dan lain lain. Bagi anda seorang calon investor anda harus tahu bagaimana cara belajar memulai berinvestasi, jangan sampai anda terjerat dalam skema bisnis Ponzi.

Lalu sebenarnya apakah investasi dengan skema Ponzi itu, simak artikel berikut ini.

Apa itu Skema Ponzi?

Skema bisnis Ponzi adalah salah satu konsep investasi yang dikembangkan oleh Charlez Ponzi. Skema ini awalnya digunakan untuk suatu arbitrase dari kupon balasan surat internasional yang memiliki tarif berbeda di setiap Negara. Perbedaan tarif itu dijadikan sumber keuntungan dari praktik ini untuk memenuhi kebutuhan pribadi pengurus.

Konsep investasi Ponzi inilah merupakan cikal bakal investasi palsu atau bodong yang dipraktekkan diseluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tidak ada kegiatan bisnis apapun yang dilakukan dan didanai oleh investasi berkonsep seperti ini.

Investasi ini murni perputaran uang dari anggotanya sendiri. Jadi skema Ponzi ini adalah modus investasi bodong yang memberikan iming iming berupa keuntungan yang besar dibandingan dengan jenis investasi lain.

Pengelola atau pengurus bisnis ini biasanya melancarkan aksinya dengan membujuk investor baru dengan menawarkan berbagai keuntungan yang tinggi dalam waktu yang singkat.

Bahkan untuk memberikan kesan kredibel dan benefit, pengelola atau owner menyiapkan fasilitas yang mewah berupa kantor sewaan, produk untuk investasi fiktif, dan lain lain. Dengan begitu calon investor akan mudah percaya dan menanamkan modalnya dalam investasi yang ditawarkan.

Investasi dengan model seperti ini sebenarnya tidak memiliki keuntungan sama sekali, uang murni dari biaya yang dibayarkan para anggota baru yang bergabung. Dan pastinya semakin banyak anggota yang bergabung, semakin banyak uang yang didapat oleh owner, sedangkan untuk anggota baru tak memperoleh keuntungan sama sekali.


Bisnis Investasi Dengan Skema Ponzi, Bodong atau Tidak?

Ciri Ciri Bisnis Skema Ponzi

1. Menjanjikan keuntungan yang besar dalam waktu singkat

Dalam bisnis dengan skema ini menawarkan keuntungan yang sangat menggiurkan, biasanya berkisar 30% hingga 100% per tahun dan bebas resiko.

Anda harus bisa berfikir secara rasional bahwa keuntungan besar tentu juga akan membawa resiko besar bagi bisnis. Anda harus curiga jika investasi yang anda lakukan menawarkan keuntungan sebesar itu.

Logikanya seperti ini, perusahaan mampu menjanjikan keuntungan investasi sebesar 30% itu artinya perusahaan harus mampu menghasilkan lama bersih lebih dari 30%.

Jika memang perusahaan mampu menghasilkan keuntungan bersih diatas 30% secara konsisten, maka Owner perusahaan tersebut dipastikan menjadi orang yang paling kaya didunia.

2. Proses dalam bisnis yang tidak jelas

Ketika calon investor bertanya kepada pelaku yang menjalankan bisnis Ponzi ini, bagaimana bisa mendapatkan keuntungan dari investasi. Biasanya mereka akan menjelaskan secara berbelit belit dan tak mau mengatakan model bisnis seperti apa.

Bahkan mereka juga mengatakan bahwa investasi ini bersifat rahasia. Calon investor yang masuk diposisikan sebagai seorang yang special yang mendapatkan tawaran untuk kaya mendadak.

Jadi jika anda memutuskan ingin berinvestasi, pastikan dulu bagaimana sistem kerja bisnis perusahaan tersebut, dan bagaimana cara perusahaan tersebut bisa mneghasilkan uang.

3. Staff penjualan mendapatkan komisi dalam merekrut anggota baru

Jika anda pernah mengalami tawaran untuk masuk dalam bisnis ini, atau direkrut dengan cara membayar terlebih dahulu, pastikan anda menolaknya.

Karena seharusnya dalam investasi hal yang paling diutamakan adalah kualitas produk dan hasil, bukan imbalan atau komisi saat perekrutan anggota baru.

Namun dalam bisnis Ponzi ini, hal yang diutamakan adalah merekrut orang baru, dengan komisi hingga 25% dari kesepakatan saat investasi. Hal ini sangat tidak wajar bukan?

4. Ketika investor ingin menarik uang, mereka akan diiming imingi oleh investasi dengan bungayang lebih tinggi.

Hal yang bisa anda lihat selanjutnya adalah, ketidakwajaran ketika investor baru ingin menarik investasinya. Pelaku bisnis Ponzi ini akan menawarkan bunga investasi yang lebih dari sebelumnya. Cara tersebut dilakukan agar para investor baru tidak dapat menarik uangnya yang telah disetor.

Karena pelaku tentunya tidak mau rugi jika mengeluarkan uang beserta bunga yang telah dijanjikan kepada investor baru. Anda harus berhati hati terhadap investasi seperti ini. Para pelaku sangat ahli dalam melakukan komunikasi.

5. Mengundang investor dengan cara yang mewah

Bisnis ini tentu melakukan beragam cara yang begitu menggiurkan agar dapat menarik calon investor baru. Salah satu caranya adalah mengundang calon investor baru untuk bergabung dengan cara mengadakan acara mewah.

Acara ini biasanya dibuat agar pelaku bisa memamerkan kekayaan dan keberhasilannya. Serta orang orang yang sukses bergabung dalam investasi model seperti ini.

Padahal biasanya orang yang hadir, adalah orang sewaan demi kelancaran acara tersebut. Dalam bisnis Ponzi ini, pelaku lebih menargetkan kepada mereka yang mempunyai usia matang dan mendekati usia pension.


Bisnis Investasi Dengan Skema Ponzi, Bodong atau Tidak?

Contoh Bisnis Dengan Skema Ponzi di Indonesia

Banyak sekali praktik investasi palsu dengan skema Ponzi termasuk di Indonesia. Berikut ini contoh bisnis dengan skema Ponzi di Indonesia :

1. Qurnia Subur Alam Raya

Kasus investasi yang pertama sempat menghebohkan publik, karena melibatkan banyak tokoh Pejabat Pemerintah.  Ramli Araby, adalah pemilik perusahaan investasi Qurnia Subur Alam Raya (QSAR) yang mempunyai kemampuan dalam komunikasi, sehingga tak heran banyak yang tertarik bergabung dalam bisnis ini. Investasi bodongnya ini bergerak dalam bidang agrobisnis. QSAR sendiri menjalankan bisnisnya selama 4 tahun dan mampu meraup keuntungan sebesar 480 Milyar.

2. Golden Traders Indonesia Syariah

Perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli emas batangan ini mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Tentu hal ini dimanfaatkan oleh Golden Traders Indonesia Syariah (GTI) untuk mendapatkan banyak investor dari kalangan muslim. Investor dijanjikan keuntungan sebesar 4,5% perbulan oleh PT GTI ini. Syaratnya adalah dengan menyimpan emas ke Perusahaan pihak ketiga hingga emas dapat dicairkan kembali ke PT GTI. Tentu bagi masyarakat investasi ini cukup menggiurkan, bahkan perusahaan ini dapat mengumpulkan uang hingga 10 triliun.

3. Virgin Gold Mining Corporation

Perusahaan Virgin Gold Mining Corporation (VGMC) adalah salah satu perusahaan yang menerapkan bisnis Ponzi. Setiap pertemuan dengan para calon investor selalu di lakukan di hotel mewah agar orang percaya terhadap perusahaan VGMC.

Modus yang ditawarkan adalah investor diminta membeli saham per lembar yang dihargai 15 juta, mampu mendapatkan keuntungan setiap bulan. Bisnis ini juga menawarkan investasi emas palsu. Jumlah investor sendiri mencapai ribuan orang, karena total kerugian hingga 13 triliun.

4. First Travel Anugerah Karya Wisata

PT. First Travel Anugerah Karya Wisata ini bergerak dalam bidang biro perjalanan dan umrah. Kasus ini sempat menjadi sorotan public karena banyak jamaah umrah yang tidak diberangkatkan, padahal mereka sudah membayar. Banyak orang yang tertarik menggunakan PT First Travel karena mampu menawarkan paket umroh yang lebih murah dari standar Kementrian Agama. Kebohongan bisnis ini terungkap ketika banyak jamaah umrah yang gagal dalam pemberangkatannya.

5. Abu Tours

Abu Tours juga hampir mirip dengan kasus First Travel. Jamaah umrah diiming iming harga umroh yang miring, sehinga banyak orang yang tertarik dan menyetor uang. Bisnis ini tidak berjalan lancar karena ternyata uang setoran dari jamah digunakan kebutuhan pribadi pemiliknya.

6. Pandawa Group

Pandawa Group juga salah satu perusahaan yang menerapkan bisnis Ponzi. Berawal dari keuntungan besar yang didapat menjual usaha bubur ayam.

Pemilik Akhirnya menjalankan bisnisnya dengan menghimpun dana dari orang orang dan menawarkan keuntungan 10% bagi calon investor yang mau berinvestasi dalam bisnisnya. Banyak investor yang mulai curiga dengan bisnis ini dan melaporkan pemiliknya.

Jadi sekarang anda tahu apa itu bisnis investasi dalam skema Ponzi. Untuk itu anda harus waspada ketika anda ingin mulai berinvestasi, jangan sampai anda terjebak dan masuk dalam perangkap bisnis Ponzi ini.

Jika dalam beinvestasi anda mendapatkan kejanggalan kejanggalan, anda harus segera melaporkan lewat pelayanan pengaduan OJK. Agar bisa ditangani dengan cepat, dan tak banyak orang yang terjebak dalam investasi bodong ini.

Post a Comment for "Bisnis Investasi Dengan Skema Ponzi, Bodong atau Tidak?"