Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Jadi Jawara Layar Lebar, Inilah Jatuh Bangun Cinema XXI

Jadi Jawara Layar Lebar, Inilah Jatuh Bangun Cinema XXI


Bukan hanya karena beruntung Cinema XXI menjadi bioskop terbesar yang dijadikan tujuan oleh sebagian besar orang di seluruh penjuru Indonesia.

Fasilitas dan pelayanannya yang diberikan hasil dari beberapa kali perkembangan karena ingin memberikan pengalaman nonton terbaik untuk semua pengunjung.

Memang Cinema XXI bukan satu-satunya tempat bioskop, tapi disinilah sebagian besar orang menjatuhkan pilihannya. Karena, dengan harga tiket yang tidak terlalu mahal, kebutuhan menonton konsumen dapat terpenuhi sehingga akan merasa nyaman.

Mungkin Anda adalah salah satu pengunjung setia tempat nonton film layar lebar satu ini.

Bagaimana Pendiri Bioskop Cineplex 21 Memulai Bisnisnya?

Sudwikatmono adalah seorang pengusaha sukses berasal dari Solo yang sebelumnya memiliki kedudukan sebagai Komisaris Utama di beberapa perusahaan besar Indonesia.

Diantaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Indika Entertainment, dan PT Bogasari Flour Mills. Kemudian, setelah beberapa waktu bekerja di perusahaan tersebut pria ini memutuskan untuk mulai menjalankan bisnisnya sendiri.

Pengusaha asal Solo ini memulai bisnisnya dengan mendirikan group jaringan bioskop Indonesia yang bernama Cineplex 21. Namun Sudwikatmono tidak menjalankan sendiri, ia bekerja sama dengan Benny Suherman dan Harry Lesmana.

Pada hubungan kerja sama ini berjalan sangat baik tanpa adanya masalah berarti yang mengakibatkan pemutusan hubungan sebagai partner kerja.

Jadi Jawara Layar Lebar, Inilah Jatuh Bangun Cinema XXI


Hanya terjadi sedikit kendala di beberapa proses, tapi bisa diatasi oleh Sudwikatmono dengan baik dan bisnisnya bisa berjalan normal kembali. Dengan hasil kerja kerasnya ini, ia berhasil membuat jaringan bioskop ini tersebar di beberapa penjuru Indonesia yang sebagian besarnya berlokasi di pusat perbelanjaan.

Alasannya adalah tempat tersebut memungkinkan para pengunjung untuk datang ke bioskop ketika akhir pekan setelah berbelanja. Ternyata target market menurutnya cukup tepat sehingga bisa membuat Cinema XXI lebih cepat dikenal banyak orang sebagai pilihan tepat menonton film layar lebar dengan harga tiket terjangkau.

Asal Usul Populernya Cinema XXI 

Berdirinya Cinema XXI memang tidak langsung di tempat-tempat besar, tapi awal dimulainya bisnis ini pada tahun 1986 berlokasi di Jalan MT Haryono Kavling 21.

Nomor kavling itulah yang membuat Sudwikatmono berpikiran untuk memberi nama Studio 21. Waktu itu, Cineplex yang terletak di Kartika chandra ini juga menjalin kerjasama dengan Raam Punjabi.

Saat ini gedung bioskop tersebut telah berubah menjadi gedung yang berdiri megah dan sangat tinggi yaitu BII Tower.

Tapi bukan berarti bisnis perfilman ini berakhir, melainkan sudah lebih maju dengan memiliki cabang di berbagai kota besar, tepatnya di pusat perbelanjaan yang ramai pengunjung.

Tentu  seiring perkembangan dengan semakin banyaknya konsumen yang berdatangan membuat Bioskop 21 memiliki fasilitas yang semakin baik dengan penyebaran sekitar 146 lokasi di Indonesia.

Hal ini telah membuktikan bahwa sesuatu yang kecil bisa berkembang dengan baik jika pengelolaan dan inovasi yang digunakan tepat.

Strategi yang dijalankan oleh Sudwikatmono juga tidak sekedar dalam bentuk pelayanan saja, perlu diketahui bahwa tiket yang disediakan disini bervariasi tergantung jenis film, lokasi dan target market yang telah dibuat.

Tujuannya supaya tidak hanya orang-orang kaya atau di tingkat atas saja dapat menikmati film layar lebar dari luar maupun dalam negeri.

Jadi Jawara Layar Lebar, Inilah Jatuh Bangun Cinema XXI

Perkembangan Cinema XXI dan Perjalanan Panjangnya

Namun tepat pada tahun 1999 di tengah kejayaan , Sudwikatmono memindah alihkan kepemilikan jaringan bioskop kepada rekan kerjasamanya yaitu Benny Suherman dan Harris Lesmana.

Kemudian setelah Cinema XXI berdiri, secara perlahan perkembangannya kini sudah menjadi jaringan bioskop  pada kelas dua.

Karena semakin besarnya tuntutan perkembangan yang mengikuti zaman , Cineplex bisa membentuk  tiga jmerk jaringan terpisah yaitu Cinema XXI, The premiere, dan Imax.

Sesuai dengan targetnya, tujuan dari pembagian jaringan tersebut adalah untuk menyesuaikan target pasar yang sedang dihadapi.

Supaya bisnis ini bisa berkembang dengan baik, Cineplex 21 mendirikan beberapa perusahaan, yaitu PT Nusantara Sejahtera Rakyat yang menjadi raja jaringan bioskop tingkat nasional.

Sejak saat itu Sudwikatmono mengembangkan bisnisnya dengan melakukan distribusi film . Dimana terdapat tiga perusahaan, yakni Camila Internusa dengan pimpinan Haris Lesmana, PT Amero Mitra film dan PT Satrya Perkasa Esthetika Film.

Waktu itu, film-film yang paling sering ditayangkan adalah Hollywood, tak jarang juga film dari dalam negeri ditayangkan sesuai dengan menyesuaikan minat konsumen pada wilayah tersebut. Penambahan fasilitas ketika sudah menjadi tempat kunjungan nonton film terbaik seperti sekarang akan tampak lebih tertata, dan bagus.

Karena, ada tambahan karpet, desain yang semakin bagus serta mengganti kursi studio dengan yang lebih empuk.

Meskipun pengunjung tidak  bisa mengeluarkan biaya terlalu banyak bukan berarti fasilitas pada bioskop biasa terbatas dan kurang nyaman.

Jadi, para pengunjung tidak perlu khawatir karena ingin menonton hemat. Cinema XXI adalah pilihan tepat keluarga dan teman untuk menghabiskan waktu bersama.

Mengenal Masing-Masing Produk dari Cineplex 21


Jadi Jawara Layar Lebar, Inilah Jatuh Bangun Cinema XXI


Seperti yang sudah diterangkan di atas, Cineplex 21 memiliki beberapa produk atau tingkatan yaitu, Cinema XXI, The premiere dan Imax. Ketiganya memiliki ciri khas yang berbeda karena berada di tingkatan berbeda.

Supaya Anda bisa mengetahui ciri dari masing-masing  maka bisa membaca uraian singkat dari masing-masing poin berikut :

Cinema XXI

Sistem suara yang digunakan natural atau biasa, dengan menggunakan tata suara Dolby Atmos. Kesan suara yang didapatkan oleh pengunjung ketika menonton film bisa bermunculan dari berbagai sisi.


Tujuannya supaya pengunjung bisa menikmati dengan seolah berada pada film tersebut. Tingkatan ini memang paling rendah, tapi sebagian besar orang sudah merasa puas dengan menikmati film di ruangan bioskop biasa ini.

The Premiere

Sofa yang digunakan oleh pengujung terbuat dari kulit, hampir sama dengan kursi pesawat kelas terbaik atau bisnis. Dimana posisi duduk Anda bisa diatur sesuai dengan keinginan,  apabila seperti ini para pengunjung bisa betah berlama-lama menikmati film yang ditayangkan.

Lalu, untuk keperluan lainnya bisa diminta langsung kepada waiter yang siap melayani pengunjung setiap waktu. Harganya memang sedikit mahal, tapi seimbang dengan pelayanan dan fasilitas yang didapatkan.

Imax

Desain yang berbeda muncul lagi pada produk Imax dari Cineplex 21, yaitu bentuk layar yang melingkar sesuai dengan sudut mata. Jadi susunan kursi pun dibuat sedikit melingkar menyesuaikan khas yang diberikan.

Untuk suara Anda tidak perlu khawatir karena hasilnya akan sangat jernih didengar. Disini memang lebih menonjolkan ke segi desain atau penataan ruangan yang berbeda dengan produk jaringan bioskop sebelumnya. Tapi, untuk kenyamanan sudah memenuhi standar sangat pantas untuk dijadikan ruangan bioskop.

Dari ketiga tingkatan merk yang berbeda, sebenarnya perbedaan hanya terletak pada pelayanan dan desain saja. Itupun sudah terbilang wajar karena pada tingkatan paling bawah masih sangat bagus dan pastinya layak.

Alasan Sebagian Besar Orang Memilih Cinema XXI

Bukankah terdapat banyak tempat bioskop di indonesia? Mengapa banyak yang memutuskan untuk memilih tempat nonton satu ini? Terdapat beberapa kelebihan sehingga orang merasa nyaman pada Cinema XXI, yaitu :

- Harga tiketnya beragam sesuai dengan film dna kelas mana yang akan dipilih untuk menonton film.

- Tempatnya yang tertata rapi dan bersih sehingga bisa terasa nyaman ketika menikmati sepanjang jalan film dimainkan.

- Pelayanan yang diberikan ramah.

- Ketersediaan fasilitasnya memenuhi kebutuhan para pengunjung,terutama pada kelas The premiere.

Dari beberapa kelebihan diatas, sudah menunjukkan bagaimana kualitas jaringan bioskop tersebut sehingga bisa menjadi pilihan utama kebanyakan orang.

Dari sini bisa dilihat bahwa menjalankan bisnis tidak hanya mengejar keuntungan saja, melainkan kepuasan pelanggan dengan memberikan fasilitas dan pelayanan yang dibutuhkan sebaik--baiknya.

Jadi Jawara Layar Lebar, Inilah Jatuh Bangun Cinema XXI


Mengharapkan hasil yang besar memang harus melalui hal-hal paling kecil terlebih dahulu. Sama halnya dengan perjalan Cinema XXI.

Meskipun didirikan oleh seorang pengusaha yang bergerak di bidang entertain, jika tidak memiliki kesungguhan untuk berkembang mengikuti zaman, maka akan sedikit sulit untuk mendapatkan hasil yang besar dalam dunia perfilman.

Tidak mudah untuk memunculkan inovasi-inovasi baru yang mampu menarik minat banyak konsumen supaya nyaman dan puas dengan apa yang diberikan.

Tapi, Sudwikatmono berhasil memahami apa saja yang dibutuhkan oleh para pengunjung karena yang ditawarkan memang pelayanan dan fasilitas terbaik.



Post a Comment for "Jadi Jawara Layar Lebar, Inilah Jatuh Bangun Cinema XXI "