Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Selevel dengan Donat Impor, Sejarah J.CO Ini Menginspirasi Orang Indonesia


Selevel dengan Donat Impor, Sejarah J.CO Ini Menginspirasi Orang Indonesia


Saat ini semakin banyak perusahaan yang bergerak di bidang kuliner, salah satunya adalah J.Co Donut & Coffee yang banyak orang menganggap ini adalah produk asing.

Padahal, perlu Anda ketahui bahwa perusahaan ini milik orang Indonesia asli. Tidak banyak orang yang mengetahui hal ini, karena dari namanya saja memang tidak terlihat seperti produk dalam negeri. 

Sebagai salah satu perusahaan kuliner terbesar di Indonesia, J.Co memberikan cita rasa yang luar biasa dengan memperhatikan setiap takaran bahan.

Salah satu masukan untuk pengusaha lainnya supaya memiliki cita rasa khas yang membuat semua orang tidak bisa menemukan makanan dengan rasa sama. Meskipun jenis produk yang dijual sama, tapi apa yang diberikan kepada pelanggan berbeda dan unik.

Seperti donut & coffee satu ini, dimana banyak pesaing namun tetap menjadi pilihan sebagian besar orang.

Berawal dari Bisnis Salon Sebelum Membuka J.Co

Bakat awal yang dimiliki oleh Johnny Andrean bukanlah di dunia kuliner atau masak memasak. Melainkan bakat salon yang diwarisi dari ibunya, kemudian memutuskan untuk merantau ke Jakarta dan masuk di dunia entrepreneur dengan membuka salon.

Berkat kerja kerasnya, ia berhasil membuka cabang salon hingga 200 salon cabang miliknya yang menyebar di seluruh Indonesia.

Tapi, ternyata selama menjalankan bisnis tersebut, kesuksesan Johnny tidak semulus apa  yang orang lain bayangkan. Karena ada beberapa masalah yang mengganggu pikirannya, salah satunya adalah cara menjaga supaya para hairstylist tetap bisa bekerja di salon miliknya.

Untuk mengatasi kekhawatiran itu, akhirnya Johnny memutuskan untuk mendirikan sekolah yang dibuat khusus bagi para pekerja supaya bisa menangani konsumen di salon.

Setiap stylist yang sudah lulus dari sekolah tersebut, nantinya akan dipekerjakan di seluruh salon yang dimiliki.

Selain itu, upaya dirinya untuk menjaga para hairstylist supaya betah bekerja adalah memberikan gaji yang layak dan bonus pada saat-saat tertentu.

Karena hubungannya yang dibangun sangat baik dengan para karyawannya, membuat Johnny bisa melewati semua masalah termasuk tragedi di tahun 1998 dimana Presiden Soeharto lengser.

Kemudian mengakibatkan 19 salon cabangnya harus menjadi korban penjarahan. Pada moment seperti inilah yang ditakutkan oleh Johnny apabila karyawan yang dipekerjakan bukan orang setia dan tidak memiliki hubungan baik dengannya.

Dengan situasi seperti itu akhirnya Johnny memutuskan untuk mempekerjakan para karyawan dari 19 korban salon tersebut untuk bekerja di salon-salon yang masih buka. Betapa senang dan bangganya ketika ia melihat tidak ada satupun pegawai yang mengeluh dan kompain. Tentunya hal ini membuat beban pikiran menjadi lebih ringan tanpa harus melakukan pemecatan karena cabang sudah tutup.


Selevel dengan Donat Impor, Sejarah J.CO Ini Menginspirasi Orang Indonesia


Berkembang di Bidang Kuliner Sebelum J.Co

‘Breadtalk’ itulah bisnis selanjutnya yang dijalankan oleh Johnny, dengan alasan ingin mengembangkan jiwa bisnisnya. Usaha yang bergerak di bidang bakery ini hasil dari membeli hak waralaba karena merasa yakin bahwa produk ini sudah banyak diminati banyak orang.

Selain itu, dalam menjalankan bisnis ini tidak berbeda jauh dengan bagaimana ia menjalankan salon.
Dirinya semakin yakin memilih Breadtalk untuk perkembangan bisnisnya karena sudah banyak orang yang mengenal dan tergoda dengan aromanya ketika proses memproduksi.

Jika Anda berada di mall pasti akan mencium aroma khas dari produk bakery ini sehingga membuat siapapun ingin mencoba.  Terutama di mall-mall besar  yang hanya menawarkan makanan dan minuman yang lezat namun harga yang ditawarkan tetap terjangkau oleh siapapun.

Dari perkembangannya ini, membuat Johnny tetap terus terbang setinggi-tingginya di dunia bisnis supaya bisa mendapatkan penghasilan dari bisnis lebih banyak. Selain itu, ia memang sudah merasa sangat nyaman dengan usaha yang dijalankan saat ini hingga nanti.

Tapi, bukan berarti bisnis yang hendak dijalankan sembarangan dan tidak memperhatikan peluang usaha di  luaran sana. Satu hal dipegang kuat oleh seorang Johnny seorang pengusaha sukses adalah jangan takut memulai usaha, terutama jika peluang sudah jelas terlihat. Oleh karena itu, tidak heran jika ia mempu mengatasi untuk mengecek satu per satu bisnis yang dijalankan.

Tidak hanya berhenti di dua bisnis ini saja Johnny mengembangkan dirinya sebagai seorang pengusaha. Tapi, masih ada satu bisnis yang masih sedikit orang tahu bahwa pemilik aslinya adalah orang asli dari Indonesia dengan nama J.Co.

Mulai Menjalankan J.Co

J.Co adalah salah satu nama sebuah usaha donat dan minuman kopi yang sudah menyebar di seluruh penjuru Indonesia. Tapi, masih banyak orang yang beranggapan bahwa bisnis ini berasal dari luar negeri. Memang nama dan desain dari produk terlihat sangat menarik sehingga tampak bukan seperti hasil desain orang Indonesia.

Bidang kuliner ini cenderung pada industri beverage yang menyediakan berbagai varian rasa donat dengan tekstur yang lembut, serta minuman ala cafe rasanya benar-benar nikmat. Pada awal memulai, ia sudah memiliki gambaran untuk memulai bisnis dengan menjalankan sistem yang diterapkan pada Breadtalk, dimana ia hanya perlu membeli waralaba saja.

 Tapi, karena keinginannya ingin menjadi pengusaha global yang sukses kemudian ia memutuskan untuk memulai usahanya dengan baik dan melakukan survei dan riset di berbagai negara.

Diantaranya adalah Jepang, Amerika Serikat, Australia, dan masih banyak negara lainnya.
Melalui hasil risetnya itu, ia mulai berpikir untuk menggunakan konsep open kitchen yang pada saat itu masih belum dikenal di Indonesia. Hal ini terlintas karena masih banyak orang yang beranggapan bahwa gerai donat tersebut milik warga negara asing. Padahal, bisnis ini murni dari sang pemilik yaitu made in Indonesia asli.


Berkat semangat dan kerja kerasnya, Johnny mampu memiliki kurang lebih 40 gerai yang menyebar di seluruh Indonesia dan bahkan sudah masuk di negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia. Tidak hanya sampai situ saja, dari semua keberhasilan yang dimiliki membuat dirinya untuk terus berkembang.

Namun, disini dirinya ingin mengembangkan di bisnis donat terlebih dahulu supaya lebih terpusat dan menjadi lebih besar daripada sekarang. Perkembangannya ini tidak hanya untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk orang lain karena bisa dijadikan lapangan pekerjaan dan memuaskan para konsumen.

Selevel dengan Donat Impor, Sejarah J.CO Ini Menginspirasi Orang Indonesia

Sifat dari Johnny Andrean sebagai Pengusaha Sukses Terkenal J.Co

Jika Anda berencana untuk menjadi seorang pebisnis, tidak ada salahnya untuk mencontoh sifat baik yang dimiliki Johnny Andrean dalam menjalankan usaha J.Co, yaitu sebagai berikut.

1. Kerja Keras

Dalam menjalankan usaha tidak hanya sekedar memulai tanpa diupayakan, tapi harus ada kerja keras yang ditekankan supaya apa yang didapatkan bisa optimal. Seperti ketika menjalankan J.Co, Johnny hampir menggunakan sistem yang sama dengan bisnis sebelumnya. Tapi hal itu tidak terjadi karena dengan kerja keras pasti ia akan menemukan  hal baru.

2. Optimis

Percaya diri dan optimis bahwa apa yang dijalankan akan sukses adalah kunci utama untuk mendorong diri sendiri menuju keberhasilan. Tidak hanya dorongan dari luar, tapi dorongan dari dalam diri lebih penting dari segalanya.

3. Pandai Melihat Situasi

Melihat bagaimana peluang bisnis nantinya akan sangat membantu di masa yang akan mendatang. Pastikan bisnis yang dijalankan ini bisa berkembang seiring berkembangnya zaman.

4. Tekad yang Kuat

Johnny ketika menjalankan J.Co memiliki tekad yang kuat hingga melakukan riset sampai luar negeri. Hasil dari riset tersebut membuat dirinya mendapatkan banyak pelajaran dan inspirasi sehingga bisa mengembangkan usaha dengan baik.

Selevel dengan Donat Impor, Sejarah J.CO Ini Menginspirasi Orang Indonesia

5. Berpikir Logis

Tidak hanya bermimpi tanpa dasar, sebagai calon pengusaha yang sukses harus memiliki mimpi tapi didasari dengan kerja keras dan pengetahuan mengenai apa yang hendak dijalankan.

6. Tekun

Menekuni apa yang sedang dihadapi adalah bentuk setia dan komitmen dalam menjalankan sesuatu termasuk usaha.

7. Cakap

Cakap dalam bertindak dan mencari hubungan lebih luas sangat berpengaruh penting bagi bisnis Anda. Terutama apabila dalam rangka mencari partner bisnis dengan perusahaan atau kelompok lain.
Dalam menjalankan bisnis memang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan kesabaran.

Dengan menikmati setiap proses dan menghadapinya secara tenang akan membuat Anda menuju kesuksesan.

Karena, pengalaman demi pengalaman bisa dijadikan pelajaran supaya tidak melakukan kesalahan yang sama dengan sebelumnya. Jadi, sifat pebisnis yang dicontohkan oleh Johnny disini adalah optimis dan berpikir positif. Begitulah Johnny bisa mengembangkan sendiri J.Co dari awal hingga saat ini menjadi produk yang diminati masyarakat.


Post a Comment for "Selevel dengan Donat Impor, Sejarah J.CO Ini Menginspirasi Orang Indonesia"