Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Beberapa Prinsip dalam Berbisnis Agar Mampu Bertahan dalam Segala Keadaan

Beberapa Prinsip dalam Berbisnis Agar Mampu Bertahan dalam Segala Keadaan


Ada kalanya bisnis mengalami masa-masa paling sulit yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Baik karena resesi ekonomi, pandemi, munculnya kompetitor baru dan lainnya. Ini semua dapat mengancam keberlangsungan bisnis.

Bisnis yang mampu bertahan dalam jangka panjang adalah bisnis yang memiliki landasan berpikir yang kuat, pandangan filosofis yang dipegang oleh perusahaan dan juga karyawannya. Landasan ini menjadi tolok ukur apa yang dilakukan oleh perusahaan dan menjadi ukuran benar atau salah dalam tindakan.

Landasan ini disebut dengan prinsip.


Disebut prinsip karena ia tidak akan berubah. Apapun kondisi yang mengguncang diluar sana, prinsip tidak akan pernah berubah dan kita harus berpegang kepadanya. Prinsip akan menghasilkan nilai-nilai, nilai-nilai menjadi arah gerak perusahaan.

Jadi dengan mengubah prinsip perusahaan, akan mengubah pandangan anda, karyawan, tujuan dan harapan perusahaan. Dengan memperbarui prinsip, anda telah selangkah lebih maju.

Lalu apa saja prinsip yang perlu dipengang? Berikut ulasannya:

1. Bisnis menyelesaikan masalah


Sangat wajar jika seseorang berfokus pada uang saat menjalankan bisnis karena sejak bisnis dibuat, tujuannya adalah mendapatkan uang. Namun cobalah renungkan lebih jauh.

Uang pada dasarnya adalah alat transaksi untuk menukar satu dengan yang lainnya. Orang lain memberikan uang kepada anda karena anda juga memberikan nilai kepada orang tersebut. Nilai yang dimaksud adalah memuat 3 hal yaitu: pemenuhan kebutuhan, pemenuhan keinginan, dan solusi atas masalah yang dialaminya.

Lihatlah dari sudut pandang berbeda dan tanyakan pada diri sendiri: “Apakah produk dan jasa saya memenuhi kebutuhan, keinginan dan menjadi solusi dari masalahnya?”

Orang paling kaya didunia adalah orang yang menyelesaikan masalah paling baling banyak di dunia. Misalnya GoJek menjadi solusi atas masalah yang ada pada ojek pangkalan.

 Ukurlah diri sendiri, apakah usaha anda mampu menyelesaikan masalah lebih baik dari kompetitor? Apakah masalah yang diselesaikan sesuai dengan uang yang konsumen berikan? Apakah anda telah memberi tahu sebanyak mungkin orang mengenai solusi yang anda tawarkan?

2. Dengarkan pelanggan anda


Masukan pelanggan sangat penting bagi kelangsungan usaha. Umpan balik yang positif ataupun negatif dapat membangun usaha anda menjadi lebih baik lagi. Karena bisnis anda harus memuaskan pelanggan, keluahan pelanggan sangat berguna untuk memperbaiki kesalahan yang anda miliki.

Masukan pelanggan sangat berharga, mereka merasakan sendiri produk atau jasa anda kemudian secara sukarela memberikan masukan agar menjadi lebih baik lagi. Apa yang dikatakan oleh penaggan seringkali lebih berharga dari apa yang dikatakan oleh konsultan.

Seorang konsultan bisnis bisa saja salah dalam memberi masukan karena ia tidak telibat langsung menjadi konsumen. Bahkan kritikan lebih berharga ketimbang pujian. Kritikan adalah umpan balik agar anda memperbaiki produk, jasa, dan layanan. Jadi jangan sampai down menghadapi kritikan ia sangat bermanfaat jika ditanggapi secara tepat.

3. Selalu buat rencana namun tetap fleksibel


Rencana memandu anda tetap pada rel dan arah yang tepat. Dengan membuat perencanaan maka bisnis anda akan dapat menghadapi masa depan dengan jauh lebih terarah. Perencanaan ini misalnya perencanaan keuangan perusahaan, perencanaan apa yang harus diselesaikan dan lainnya.

Namun perencanaan haruslah fleksibel, jika tidak maka justru anda akan sulit menjalankan rencana yang telah dibuat. Banyak hal yang tidak terduga yang membuat perencanaan berubah dan seringkali rencana harus dibuat ulang.

Meski simpel dan sederhana, membuat rencana adalah hal yang penting dan jika salah dalam merencanakan, akan berefek buruk kedepannya.

Seperti pepatah katakan:
“Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal.”


Beberapa Prinsip dalam Berbisnis Agar Mampu Bertahan dalam Segala Keadaan

4. Lihatlah masa depan


Larry Page, founder Google mengatakan:
“Menurut saya hal yang paling sering dilupakan oleh bisnis adalah, mereka melupakan masa depan.”

Pastikan anda menatap masa depan dan melakukan hal-hal yang anda lakukan untuk jangka panjang kedepan. Melakukan hal untuk jangka panjang memang terlihat tidak benar-benar mempengaruhi saat ini. Namun biasakanlah untuk bertindak untuk jangka panjang.

Visualisasikan benefit melakukan tugas berdasarkan tujuan akhir. Ini akan menambah semangat dan mengarahkan kembali tindakan anda.

Para pemimpin besar di dunia memiliki visualiasi sangat jelas mengenai tujuan perusahaannya. Ini tergambar seperti yang Bill Gates nyatakan bahwa ia memiliki mimpi setiap meja karja ada komputer yang menjalankan operasi sistem Windows.

Elon Musk memiliki impian untuk membangun koloni manusia di planet mars. Karena mimpinya ini ia membangun perusahaan SpaceX yang telah menciptakan roket ulang alik yang jauh lebih ekonomis.

Lalu seperti apa bayangan perusahaan anda dimasa depan? Apa tujuan jangka panjang anda? Apa yang anda dan perusahaan lakukan untuk masyarakat luas?

Tanyakan ini pada diri sendiri, mulailah rancang tujuan akhir yang hendak diperoleh dari perusahaan anda.

5. Kedepankanlah prinsip menang-menang


Sebagai seorang pemilik bisnis, anda akan dihadapkan dengan banyak keputusan dan diantara keputusan ada yang menjadikan anda sebagai pihak yang diuntungkan, dirugikan, tidak diuntungkan dan tidak dirugikan, atau sama-sama rugi.

Menang-menang adalah kondisi dimana 1+1=3
Toleransi adalah kondisi dimana 1+1=2 ½
Kalah-kalah adalah kondisi 1+1= 0

Apa maksudnya toleransi? Toleransi berarti anda dan lawan anda sama sama ada bagian yang diuntungkan dan dirugikan. Dalam satu hal anda diuntungkan dan dalam hal lain anda dirugikan dan anda menoleransi kerugian ini demikian juga pihak lain. Dan ini bukanlah sinergi.

Sinergi berarti alternatif ke-3, bukan menang-kalah atau kalah-menang, melainkan menang-menang.

Prinsip menang-menang mengajarkan kita untuk berpikir bahwa dunia ini berlimpah, dan kita memberi kesempatan kepada orang lain untuk sama-sama diuntungkan. Penambahan pada satu hal tidak berarti mengurangi pada hal lain.

Memulai kerangka berpikir menang-menang akan mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dan berjangka panjang.

Memang ini tidak dalam segala hal, anda harus mengalahkan perusahaan lain untuk menjadi unggul, namun dalam sebagian besar kasus di dalam bisnis dan kehidupan adalah prinsip menang-menang.

Sinergi simbiosis mutualisme ada di dalam semesta, dalam diri kita sebagai bagian dari alam yang saling tergantung satu sama lain yang tidak bisa dipisahkan.

Beberapa Prinsip dalam Berbisnis Agar Mampu Bertahan dalam Segala Keadaan

6. Teruslah tumbuh


Mengalami pertumbuhan bukanlah pilihan bagi suatu bisnis, tumbuh merupakan keharusan yang dimiliki oleh bisnis. Jika bisnis tidak mengalami pertumbuhan, berarti ada yang salah dalam pengelolaannya.

Pertumbuhan bukan berarti pertumbuhan omset perusahaan saja, namun juga pelayanan, penembangan diri dan pengelola bisnis, juga produknya.

Teruslah perbaiki dan perbaharui bagian di perusahaan anda mulai dari produk, distribusi, produksi, manajemen perusahaan, pelayanan dan lainnya. Lihat celah mana yang perlu diperbaiki dan dikembangkan.

Banyak orang melupakan prinsip ini karena mereka merasa tidak punya waktu dan pengetahuan untuk memikirkan pengembangan bisnis.

Padahal itu sama saja menebang pohon dengan kampak tumpul. Seharusnya luangkan waktu sejenak untuk mengasahnya terlebih dahulu sebelum memulai menebang kembali.

Post a Comment for "Beberapa Prinsip dalam Berbisnis Agar Mampu Bertahan dalam Segala Keadaan"