Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Kesalahan Umum dalam Sosial Media Marketing dan Cara Mengatasinya



Untuk meraih penjualan produk atau bisnis kita harus dalam jangkauan pengelihatan calon konsumen kita. Dahulu orang memasang sepanduk, baliho dan papan nama yang lebar di pinggir jalan agar para pengendara dan orang-orang yang lalu lalang melihat dan menyadari keberadaan mereka.


Namun saat ini mata kita tertuju pada smartphone entah di dalam kendaraan atau sedang berjalan. Pemasaran dengan menggunakan cara konfensional tidak lagi efektif. 

Namun pemasaran dengan sosial media menjadi semakin efektif karena orang-orang menaruh pandangan mereka ke sosial media.


Disanalah ada peluang baru yang terbuka untuk promosi dengan cara baru, modern dan jauh lebih baik untuk semua jenis bisnis.


Terdapat jutaan orang yang aktif di sosial media setiap harinya dan mereka adalah prospek yang bagus untuk sebuah bisnis jika dimanfaatkan dengan tepat. 

Namun sayangnya masih banyak perusahaan dan UKM yang setengah hati dalam menjalankan sosial media marketing.


Dengan sedikit usaha dan sedikit modal waktu, tenaga, riset, resiko, akibatnya adalah kegagalan dalam sosial media marketing dan selanjutnya malah muncul kekecewaan dan menganggap sosial media marekting kurang efektif.


Selain itu setiap tahunnya sosial media marketing semakin kompetitif karena semakin banyaknya UKM yang sudah melek internet.


Hal ini disinalir menjadi sebab kegagalan seseorang dalam sosial media marketing. Ketahuilah kenyataannya tidak seperti itu. 

Kebanyakan mereka yang gagal dalam sosial media marketing adalah mereka yang gagal menerapkan prinsip-prinsip yang harus diikuti agar berhasil.


Dengan absennya tindakan yang harus dilakukan tersebutlah menyebabkan kebanyakan pelaku usaha gagal dalam menjalankan marketing via sosial media.


Perlu digaris bawahi bahwa yang namanya sosial media marketing meliputi kegiatan memasarkan dan mempromosikan produk atau bisnis via sosial media (Facebook, Instagram, YouTube) baik secara organik maupun menggunakan iklan.


Dalam artikel ini akan dijelaskan prinsip dasar yang bisa diterapkan untuk sosial media marketing yang organik maupun yang menggunakan iklan.


Kesalahan Umum dalam Sosial Media Marketing dan Cara Mengatasinya


1. Kurang riset


Sebelum rencana ditetapkan tentunya kita harus melakukan riset dan pengumpulan data, setelah itu pengolahan data dan hasilnya menjadi rencana tindakan yang harus dilakukan kedepannya.


Riset ini meliputi riset calon konsumen anda, apa yang mereka inginkan, konten sosial media apa yang kira-kira mereka harapkan. Bagaimana cara komunikasinya, bagaimana personalitas konsumen dan sebagainya.


Mengapa ini penting? Karena dengan mengetahui apa kebutuhan mereka, kita menjadi semakin dipercaya karena kita tahu apa yang mereka inginkan.


Isi penawaran juga disesuaikan dengan “gaya” dan keinginkan mereka. Termasuk juga konten-konten yang nantinya akan diisi dalam sosial media anda disesuaikan dengan minat anda bukan dari sudut pandang anda sebagai penjual.


Dalam periklanan ini menjadi jauh lebih penting. Ingat, anda tidak bisa menjual satu produk kepada semua orang. Meskipun semua orang makan beras, tidak semua orang pembeli beras.


Dalam periklanan sosial media marketing, anda harus mengisi personalitas audiens anda seperti geografis, gender, usia, minat, dan sebagainya.


Kesalahan paling umum dalam sosial media marketing adalah kurangnya riset sehingga produk dan konten sosial media kurang tepat sasaran. Jika menggunakan budget iklan, kesalahan ini mungkin menjadi paling fatal dan merugikan.


2. Produk terlihat kurang menarik


Jika anda menjadikan Instagram sebagai katalog produk anda, tidak masalah. Yang jadi masalah seringkali pemilik bisnis mengupload barang secara asal-asalan sehingga terlihat kurang profesional.


Misalnya banyak penjual jilbab di Instagram hanya memfoto produknya yang masih terlipat dan bertumpuk dan mencantum kode barang pada gambar produknya. Saat produknya tidak laku, mereka mengeluh.


Untuk barang yang memiliki nilai estetika seperti jilbab tadi, sudah selayaknya foto menampilkan keindahan produknya. Percuma menjual barang dengan gambar kurang baik dan mengadalkan harga murah sebagai daya tarik.


Gunakanlah foto yang bagus misalnya dengan menggunakan model dan dengan pencahayaan yang bagus.


Kesalahan Umum dalam Sosial Media Marketing dan Cara Mengatasinya


3. Deskripsi kurang bagus


Terkadang seseorang membuat produk dengan caption seperti ini: “Produk ini menggunakan bahan xxx. Kalau minat silahkan hubungi: 08xxxxxx.” kemudian menyertakan hastag yang menumpuk di bawahnya.


Ini adalah contoh caption yang kurang menarik, namun sayangnya terus digunakan di sosial media. Jika anda ingin agar lebih baik, gunakan copywriting. 

Ingat, dalam copywriting anda menjual dengan emosi bukan dengan fakta. Karena keputusan seseorang membeli 80% dipengaruhi oleh emosi bukan logika.


Jelaskan betapa bagusnya, enaknya, indahnya, kerennya, kuatnya, produk anda dan inilah yang seharusnya ditonjolkan.


Dalam membuat deskipsi di Instagram, anda seharusnya menyertakan nama produk, kategori produk, fitur dan fungsi produk, keunggulan produk, call to action, dan hastag.


Hastag jangan lebih dari 5 karena jika lebih kesannya anda adalah seorang spammer, kurang beretika, dan tampilan deskripsi menjadi jelek.


Gunakan hastag yang tengah menjadi tren yang masih terkait dengan usaha dan produk anda. Lakukan riset dan cari hastag yang paling banyak digunakan namun jangan yang terlalu banyak agar postingan anda tidak mudah tenggelam.


4. Kurang update


Kesalahan yang sering dilakukan adalah jarang melakukan update pada sosial media. Padahal dengan semakin sering update, semakin banyak interaksi maka semakin banyak yang melihat konten, produk atau jasa anda.


Intensitas atau seringnya konten atau produk diposting sangat penting karena sosial media akan cenderung merekomendasikan mereka yang aktif dan akun yang update lebih dipercaya sebagai penjual.


Namun bukan berarti perlu memposting hal yang kurang relevan, mencuri konten orang lain atau memposting produk yang sama terus menerus, namun buatlah update yang mewakili bisnis anda.


Anda bisa membagikan behind the scene produk dibuat, testimoni pembeli, foto toko, perkembangan usaha anda, postingan terkait bisnis anda, pengalaman menghadapi pembeli dan lain sebagainya.


Postingan tidak perlu kaku, jadilah fleksibel seolah brand memiliki personalitas, yaitu personalitas yang mirip dengan followers atau teman sosial media anda.


5. Tidak melakukan branding


Sosial media adalah tempat yang sangat bagus untuk melakukan branding. Namun seringkali seseorang hanya fokus pada penjualan saja dan tidak menaruh perhatian pada branding atau bahkan tidak mengerti sama sekali tentang branding padahal ini sangat penting.


Sederhananya branding adalah usaha membuat orang lain mengingat produk anda saat mereka membutuhkannya. 

Untuk melakukan hal ini, anda harus melakukan yang namanya positioning atau memposisikan produk anda di benak konsumen.


Pertama-tama, bayangkan dulu produk anda ingin diingat seperti apa di otak konsumen. Dari hal itu, rancang alat branding seperti tagline, logo, maskot (jika perlu) dan kemasan.


Dalam branding anda menjual brand + produk, bukan hanya produk. Karena yang anda jual adalah brand (sesuatu yang tidak dimiliki kompetitor) dan brand, maka oleh sebab itu anda melepaskan dari komoditas pasar yang ada. Produk dan bisnis anda menjadi unik.


Post a Comment for " Kesalahan Umum dalam Sosial Media Marketing dan Cara Mengatasinya"