Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Pengertian dan Penjelasan Lengkap Komponen Batching Plant Dry dan Wet



Kalau anda baru mengenal ready mix, atau mau lebih dekat dengan sebuah unit usaha yang bergerak dalam bidang beton mix, anda harus tahu dulu dengan yang namanya batching plant. Sebuah alat utama dalam memproduksi beton mix yang sudah siap tuang.

Akhir – akhir ini sedang menjamur untuk unit usaha dalam bidang ini. Dikarenakan banyak sekali proyek dari pemerintah dan membutuhkan banyak dukungan dari kontraktor dan ready mix yang bisa mensuplay kebutuhan beton mix. 

Jika anda ingin mengetahui semua yang ada di batching plant secara lengkap, luangkan waktu sejenak untuk membaca ulasan batching plant ini sampai akhir.


Pengertian dan Penjelasan Serta Fungsi Batching Plant 


Batching plant adalah sebuah alat yang digunakan untuk memproduksi beton mix. Dimana komposisinya dari agregat kasar dan agregat halus, terdiri dari semen,pasir,split,air dan additif. 

Untuk bisa menjalankan usaha ready mix tidak hanya butuh batching plant saja. Banyak dibutuhkan peralatan lain misalnya loader,truck mixer maupun concrete pump.  

Jadi butuh peralatan yag lengkap jika unit usaha ini bisa berjalan lancar. Selain itu dibutuhkan juga banyak pensuplay bahan pokok semisal semen,split dan pasir. 

Stock material yang cukup banyak bisa habis dalam beberapa hari saja, mengingat kemapuan produksi satu batching plant dengan ukuran standar saja bisa sekitar 45 M3 hanya dalam waktu satu jam saja. 

Truck mixer yang dibutuhkan tidak hanya cuma satu saja, hal ini merupakan cara untuk lebih efektif dan pengiriman beton ke lokasi proyek bisa lebih lancar.


Jenis –Jenis Batching Plant


Batching plant ini terdiri dari beberapa jenis, mengingat sekarang ini berbagai peralatan industri juga sudah semakin canggih dan sudah berpacu dengan perkembangan teknologi serta menggunakan sistem komputerisasi. 

Namun secara dasar ada beberapa jenis batching plant yang dilihat dari konstruksi maupun hasil produksinya.

1. Batching Plant Dry

Batching plant jenis kering merupakan sebuah alat pemroduksi beton cair yang hasilnya masih setengah jadi. 

Jadi untuk proses mixing nya masih menggunakan truck mixer. Produksi beton dengan batching plant ini sangat cepat, dikarenakan proses loading antara satu mixer bisa berjalan kurang dari 5 menit. 

Setelah selesai langsung gantian dengan mixer baru untuk loadin g kembali, sedangkan mixer pertama bisa menyelesaikan mixing di posisi yang berbeda.


2. Batching Plant Wet

Posisi beton mix yang di peroduksi oleh batching plant wet sudah sepenuhnya jadi, hal ini dikarenakan batching plant jenis wet sudah dilengkapi dengan mixer tersendiri. 

Sehingga dinamakan batching plant sistem basah. Batching plant jenis wet sekarang ini banyak direkomendasikan karena untuk proses mixing nya lebih matang, sehingga hasilnya tidak ada bongkahan yang biasa ditemukan di batching plant dry.


3. Mobile Batching Plant

Baik wet ataupun dry ada yang namanya mobile batching plant. Ini merupakan jenis batching plant yang bisa berpindah mengikuti lokasi proyek. 

Set up batching plant model ini lebih cepat daripada model batching plant permanen. Dengan menggunakan sistem mobile diharapkan bisa mengefisiensikan waktu jarak tempuh dari lokasi produksi ke lokasi proyek.


4. Batching Plant Mini

Jenis batching plant ini konstruksinya lebih simple, dan bahkan bisa di setting dengan mudah tanpa memerlukan waktu yang lama. Berbeda dengan batching plant permanen lainya. Jenis batching plant ini biasanya juga mengikuti lokasi proyek. 

Dan kebanyakan juga hanya fokus untuk melayani beberapa proyek saja. Kapasitas produksinya lebih minim, namun cukup efisien untuk melayani satu titik proyek. 


Komponen – Komponen Batching Plant


Batching plant merupakan alat yang kompleks dan besar, bahkan ada banyak komponen kalau di jelaskan secara detail. Secara pokok ada beberapa komponen-komponen batching plant yang perlu anda ketahui. Diantaranya,

1. Colt Bin

Ini digunakan untuk menampung berbagai agregat yang dibutuhkan. Baik pasir,split maupun abu batu. Dibawahnya ada timbangan bin material untuk mengatur komposisi dari aggregat yang dibutuhkan.

2. Silo

Silo merupakan sebuha tabung berukuran besar untuk menampung semen, ukuranya yang besar mampu menampung puluhan ton semen. Bahkan satu silo ini bisa mampu menampung muatan 2 bulk semen dengan muatan  30 ton.

3. Mixer

Mixer hanya ada di batching wet, ini merupakan satu set alat khusus agar adukan lebih merata dan tidak ada bongkahan. Proses mixing bisa sampai 1 menit untuk memperoleh hasil yang maksimal. Peralatan batching wet lebih ribet dan harus membutuhkan operator yang jeli karena memang ada tambahan mixer ini. Kalau tidak jeli, bagian inilah yang susah diperbaiki.

4. Screw

Kalau silo berada dibawah batching plant, biasanya akan membutuhkan penghantar berupa screw, kalau diatas hanya membutuhkan tekanan angin atau model air slide.

5. Ruang BPO

Ruang BPO ini berada diatas menyatu dengan batching plant, walaupun juga ada yang dibawah. Disinilah ruang kendali batching plant sang operator untuk membuat komposisi beton mix. Ruang kendali menyangkut semua tombol kendali komponen. Dan box kelistrikan semuanya ada disini.

6. Conveyer

Merupakan penghantar matrial dari colt bin ke mixer atau truck mixer kalau model batching plant dry. Terbuat dari karet yang kokoh dan mempunyai motif sirip sehingga pengangkatan material lebih efisien.

7. Tangki Aditif dan Air

Tangki air berfungsi untuk menampung timbangan air, additif atau obat beton juga demikian. Mengingat campuran beton berkapasitas besar ini juga membutuhkan banyak suplay air, maka biasanya setiap batching plant mempunyai sumber air sendiri berupa sumur bor.


Cara Kerja Batching Plant Wet dan Dry

Sekarang anda harus sedikit mengetahui proses batching plant dalam memproduksi beton. Berikuta cara kerjanya ketika memproduksi beton mix kalau dilihat dari alur sistem kerjanya.

1. Mobil truck mixer akan menyiapkan diri dan masuk ke kolongan proses loading.

2. Operator akan menyalakan batching plant.

3. Putaran mixer pada truck akan sedikit lebih kencang.

4. Proses loading dimulai dari penimbangan semua komposisi material.

5. Matrial akan masuk ke dalam mixer, dibarengi dengan air dan semen.

6. Hal ini akan berlangsung selama volume yang di inginkan.

Jika produksi sudah selesai, cek slump akan di lakukan, jika masih terlalu tinggi maka akan diturunkan, sedangkan jika terlalu rendah akan dinaikkan. Ini agar memperoleh ukuran slump yang sesuai ketika sudah sampai di proyek.

Karena memang tidak diperbolehkan untuk menambah air dan bahan lain kalau tidak sesuai degan instruksi dari konsultan proyek Semua sudah ada prosedurnya, jika tidak sesuai dengan prosedur maka bisa mengurangi kualitas beton mix nya.

Selain membutuhkan berbagai alat, dibutuhkan juga orang sudah berkompeten untuk menghadapi berbagai masalah dan kendala batching plant. 

Apalagi dengan batching plant yang sudah menggunakan sistem dan sudah serba sensor dalam mendeteksi kerusakan. Model terbaru sekarang ini sudah menggunakan komputerisasi yang sudah terintegrasi dengan banyak sensor untuk semua komponennya.


Post a Comment for " Pengertian dan Penjelasan Lengkap Komponen Batching Plant Dry dan Wet"