Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Darimana Aplikasi OVO dan Dana Memperoleh Keuntungan?


Apakah saat ini Anda merupakan salah satu pengguna aplikasi OVO? Pernahkah Anda memikirkan darimana aplikasi ini mendapatkan penghasilan atau keuntungan? Secara kasar mata Anda tentu tahu saat kita menggunaka aplikasi OVO kita justru akan mendapat banyak keuntungan seperti diskon dan juga potongan harga.

Nah, simak cara kerja aplikasi OVO di bawah ini ya.

1. Anda melakukan isi saldo ke OVO baik dengan tunai atau melalui e-banking
2. Setelah melakukan isi ulang, uang akan masuk ke akun Anda
3. Barulah Anda dapat menggunakan uang tersebut untuk keperluan belanja, dan membayar tagihan-tagihan lainnya
4. Saat membayarkan transaksi tersebut, saldo di akun Anda pasti berkurang 
5. Saldo Anda awalnya akan berpindah ke rekening penjual
6. Setelah melewati rekening penjual barulah saldo berpindah ke rekening bank
7. Proses dilakukan oleh dua rekening bank yang berbeda. Barulah uang bisa dicairkan

Nah dengan begini tentu saja penggunaan OVO membuat Negara mendapay banyak keuntungan salah satunya mengurangi jumlah uang yang beredar di lingkungan masyarakat karena uang tunai sudah berubah menjadi uang digital.

Masih penasaran dan belum faham darimana keuntungan aplikasi OVO? Begini, saat Anda memiliki sebuah rekening dan ternyata di dalam rekening Anda itu terdapat dana mengendap tentu saja Anda akan mendapatkan bunga terlebih lagi saat Anda bisa menstabilkan keuangan dan jumlahnya tentu akan mendapat special rate bukan? Nah dari sinilah keuntungan yang pihak penyelenggara OVO dapatkan.

Selain itu, mereka juga dapat keuntungan dari komisi beberapa penjual maupun penyedia servis. Meski belum bisa ditentukan seberapa besar keuntungannya namun sudah bisa dipastikan dari sinilah pihak OVO mendapat dana keuntungan.

Ada penjelasan sederhana yang bisa Anda pelajari dan jadikan ilmu tambahan tentang darimana dana keuntungan aplikasi OVO. Simak di bawah ini.

Banyaknya perusahaan e-wallet yang menggunakan pembayaran secara digital membuat kita semakin penasaran tentang keuntungan yang mereka dapatkan sehingga semakin banyak yang menggunakan sistem pembayaran seperti ini.

Nah, ternyata yang membuat banyak perusahaan tidak terkecuali perbankan dan juga perusahaan besar tergiur dengan bisnis ini adalah karena profitnya.

Bagaimana cara kerja profit di perusahaan uang digital atau semacam OVO, Go-Pay, Doku, MPOSPAY, dan banyak lagi.

Saat akan menggunakan layanan ini, Anda harus mengunduh aplikasinya terlebih dahulu, sebenarnya saat Anda selesai melakukan pengisian data saja perusahaan penyedia e-waller tersebut sudah mendapatkan profitnya secara otomatis.

Pendapatan atau keuntungan tersebut pertama didapat dari bertambahnya pengunduh aplikasi dan yang dan juga bertambahnya data pengguna aplikasi. Meski ini bukanlah profit yang meningkatkan jumlah uang Anda namun ini juga termasuk aset yang mampu meningkatkan bintang dan juga peringkat.

Nah profit yang kedua adalah saat Anda sebagai pengguna resmi aplikasi akan mengisi saldo. Di sinilah para pemilik layanan e-wallet mendapatkan keuntungan. Dari pihak bank penyedia yang bertugas sebagai perantara antara layanan e-wallet dengan rekening pengguna akan membagi keuntungan dari nilai transaksi tersebut.

Ini juga berlaku saat Anda mengisi saldo melalui Alfamart dan juga Indomart. Karena meskipun melalui dua tempat ini, uang saldo Anda tetap harus melalui bank bukan?

Tentu saja saat Anda akan membayarkan semua belanjaan Anda, pihak penjual (atau toko) dan juga pelayanan e-wallet itu sendiri sudah melakukan perjanjian di mana kedua pihak sudah sepakat untuk membayar saat akan memasang aplikasi e-wallet di toko tersebut.

Coba perhatikan marketplace seperti Bukalapak dan Tokopedia. Kedua vendor ini sudah memakai uang digital yaitu Dana untuk Bukalapak, dan OVO untuk Tokopedia. 

Meski sebelumnya keduanya sudah mengajukan pengajuan berkaitan dengan uang digital ini yaitu Toko-Cash untuk Tokopedia dan BukaDompet untuk Bukalapak namun masih ditolak oleh pihak Bank Indonesia.

Keuntungan yang didapat dari pihak OVO tentu saja berasal dari tampilan aplikasi dan juga situs e-wallet. Tentu saja karena mereka memberi ruang untuk para pelanggan atau temannya memasang iklan dan promosi agar lebih banyak orang tertarik untuk melakukan transaksi.

Jadi kesimpulannya, semakin banyak yang menggunakan aplikasi pembayaran digital maka nilai jual layanan tersebut akan semakin tinggi valuasinya.  Inilah mengapa Tokopedia dan Bukalapak akan semakin meningkat jumlah valuasinya saat terjadinya penambahan jumlah pengguna.

Masihkah Anda bingung darimana aplikasi semacam OVO mendapatkan keuntungan? Anda masih tidak percaya? Contoh paling sederhana adalah pada perusahaan layanan Go-Jek dan juga Go-Pay meski pada akhir 2018 yang lalu valuasi sudah mencapai Rp145 triliun namun layanan Go-Jek tidak terlalu banyak mendulang profit dari salah satu aplikasi transportasinya yaitu Go-Ride.

Meski begitu, pihak Go-Jek masih mempertahankan bisnis yang terbilang cerah ini dengan menambah beberapa layanan seperti Go-Food. Nah, saat banyaknya pengguna mulai mendaftar di aplikasi Go-Jek, maka banyak juga yang akan menggunakan Go-Pay. Nah, saat mereka menggunakan Go-Pay inilah pihak Go-Jek akan mendapatkan profit yang sangat menguntungkan.

Semoga bermanfaat.


Post a Comment for "Darimana Aplikasi OVO dan Dana Memperoleh Keuntungan?"