Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cara Mengetahui Apakah Suatu Ide Bisnis Baik atau Buruk

Cara Mengetahui Apakah Suatu Ide Bisnis Baik atau Buruk


Taukah anda bahwa diperkirakan ada sekitar 100 juta bisnis baru muncul di seluruh dunia setiap tahun. Memang kedengarannya peluang untuk menghasilkan ide bisnis akan semakin kecil setiap tahunnya.

Tantangan yang ada saat ini memaksa bisnis besar dan kecil untuk memutar otak dan mulai mencari kebutuhan baru seseorang. Ini memunculkan beberapa produk yang sebelumnya tidak pernah kita jumpai untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Hal yang terpenting untuk diingat adalah, seorang enterpreneur harulah memikirkan apakah mereka baru memulai bisnis yang produknya untuk mengatasi masalah hari ini atau apakah produknya tersebut juga dapat mengatasi masalah di masa depan. Mereka harus melihat dan memahami potensi jangka panjang bisnis mereka.

Jika anda memiliki ide bisnis yang unik, baru, dan inovatif yang hendak dibuat, maka pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah “Bagaimana saya dapat mengetahui apakah ide bisnis saya baik atau buruk?”

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, anda harus mampu menjawab beberapa pertanyaan berikut ini terlebih dahulu:

1. Apakah saya memecahkan masalah baru?


Ketika dinamika kehidupan berubah, pasar ikut berubah dan kebutuhan juga akan berubah. Sebuah ide bisnis yang baik harus bergerak pada arah yang dituju konsumen. Analogi yang cocok dalam poin ini adalah bermain hoki. Saat anda berseluncur, anda akan berseluncur kemana keping itu menuju bukan ke keping itu sekarang.

Salah satu keuntungan menjadi startup adalah Anda lebih gesit - Anda bisa berjalan lebih cepat dan fleksibel daripada perusahaan besar.

Untuk mengetahui apakah produk anda dapat menjadi solusi untuk masalah baru yang muncul saat ini adalah dengan menjawab pertanyaan “Mengapa produk anda berharga? Mengapa orang mau membelinya.”

Kebanyakan startup memulainya dengan membuat produk pertama dan langsung menjualnya dengan harapan produk mereka langsung diserbu oleh konsumen karena produk tersebut mengatasi masalah yang muncul saat ini.

Namun kenyataannya tidak seindah itu.

Untuk memastikan bahwa produk anda benar-benar menawarkan solusi atas masalah baru ini, uji produk tersebut ke pasar. Dapatkah konsumen secara jelas memahami betapa berharganya produk anda? Apakah ia memahami bahwa ia membutuhkannya?

Kebanyakan startup memulai dari sudut pandang mereka masing-masing bahwa masyarakat membutuhkannya dan mereka memproduksi sebuah solusi untuk permasalahan tersebut.

Yang terjadi selanjutnya seringkali masyarakat bahkan tidak menganggap itu sebagai sebuah masalah atau mereka tidak meyakini solusi yang anda tawarkan. Inilah pentingnya kampanye atau beriklan dan melakukan uji untuk mencapai produk market fit.

Jika memang produk anda tidak dipahami atau tidak dianggap sebagai solusi atas permasalahan mereka, mungkin saja cerung yang anda kejar tidak cocok dengan pengujian atau pasar yang anda incar. Pastikan personal konsumen sebelum menentukan kemana produk tersebut akan dijual.

Cara terbaiknya adalah dengan menempatkan diri anda sebagai seorang konsumen. Bagaimana kiranya jika anda dihadapkan pada produk anda sendiri, apakah cukup menarik, bermanfaat, layak direkomendasikan?

"Bisnis terbaik didirikan oleh orang-orang yang benar-benar menderita masalah, Mereka merancang solusi atas permasalahan mereka sebagai jalan keluar atas masalah tersebut.”


Cara Mengetahui Apakah Suatu Ide Bisnis Baik atau Buruk

2. Apakah saya memecahkan masalah yang ada dengan cara yang baru?


Beberapa perusahaan akan mendapatkan keunggulan kompetitif dengan mengatasi masalah yang ada dengan pendekatan baru. Misalnya ojek menjadi solusi bagi orang yang ingin bepergian ke satu tempat ke tempat lain yang diinginkan, sama seperti taksi, tetapi kendaraannya adalah motor.

Gojek memecahkan masalah yang ada dengan cara yang baru yaitu, pengguna dapat memesan ojek secara online dengan mudah cepat kapanpun dimanapun.

Sebetulnya ojek biasa sudah memecahkan masalah yang ada, namun dengan cara yang baru masalah tersebut jauh lebih efisien yang saling menguntungkan antara pengemudi dan pelanggan.

Cara baru ini lebih diterima dikalangan masyarakat dibandingkan dengan cara lama yaitu pergi ke pangkalan ojek lalu membayar saat tiba.

Banyak sekali perusahaan saat ini yang bergerak dari offline ke online dan menciptakan cara-cara baru untuk memecahkan masalah lama.

3. Apakah saya memiliki langkah awal yang baik?


Hanya karena Anda memiliki solusi, bukan berarti Anda memiliki permulaan melawan pesaing Anda. Anda harus dapat memelopori ide Anda dan yang terpenting, buat orang lain tidak dapat menduplikasi model Anda. Ini bisa berarti menjadikan anda pemimpin pasar sementara semua orang masih mencari strategi.

Dapatkah pesaing Anda dengan mudah mengejar ketinggalan dengan produk Anda, atau Anda akan menjadi satu-satunya dengan model yang bekerja selama beberapa bulan? Jika pesaing inti Anda adalah bisnis besar yang didanai dengan baik, waktu pengembangan akan jauh lebih singkat, jadi Anda harus memfokuskan sumber daya Anda pada pengembangan dan produksi.

Anda harus menyadari betapa pentingnya melakukan validasi ide dan mengumpulkan feedback (terutama feedback negatif) sejak berdirinya bisnis anda. Dengan melakukan riset maka anda akan mulai menyadari mungkin saja solusi yang anda tawarkan untuk ibu rumah tangga juga berguna untuk pria paruh baya.

Langkah awal yang baik juga dimulai dari ketersediaan dana sebagai modal, tim, dan visi. Dengan memiliki itu semua, anda sudah memiliki aset yang baik untuk memulainya.

4. Apakah saya memiliki keunggulan?


Keunggulan yang dimaksud disini bukan dari segi produk, tetapi internal bisnis anda. Tanyakanlah pada diri anda sendiri mengapa saya layak menjalankan ide ini? Apa yang saya miliki dan persiapkan?

Salah satu aset terenting yang dimiliki pendiri usaha adalah jaringan, pengetahuan, skill, komunikasi, konsistensi dan kesabaran yang dapat mendorong usaha anda berkembang. Aset terpenting adalah diri sendiri, anda sendiri.

Salah satu pertimbangan utama seorang investor mau atau tidak menanamkan uangnya pada satu bisnis adalah dengan melihat bagaiamana pemimpin usaha tersebut. Dengan kepemimpinan yang baik, suatu bisnis bagaimanapun kondisinya akan bangkit.

Keunggulan atau aset internal bisnis mungkin merupakan hal yang tidak dimiliki oleh kompetitor, jika anda memilikinya dan mampu mengelolanya maka anda akan maju sangat cepat dibandingkan pesaing.

Aset terbesar yang dimiliki oleh startup adalah tim, bukan uang. Tim yang memiliki kesamaan visi, semangat dan tekat kuat akan mampu berjuang bersama untuk kepentingan bersama.

Namun dalam mengelola tim yang dibutuhkan adalah kepemimpinan sejati yang mampu menggerakan tim menuju arah yang disepakati bersama. Tim dibentuk berdasarkan keunggulan masing masing dan bersinergi untuk menciptakan keutuhan baru yang sempurna bagai sebuah tubuh.

Cara Mengetahui Apakah Suatu Ide Bisnis Baik atau Buruk

Penutup


Menurut TechInAsia, hanya 0,1% startup yang berhasil. Ini kabar buruk, namun jika anda berhasil masuk ke bagian yang 0,1% maka dalam beberapa tahun anda dengan mudah sejajar dengan orang kaya yang menjalankan bisnis non-startup puluhan tahun.

Dalam istilah investasi: low risk low return. High risk, high return. Starup memiliki resiko yang sangat tinggi, namun jika berhasil maka akan memperoleh hasil yang luar biasa. Untuk memulainya, beberapa pertanyaan diatas semoga dapat membimbing anda.

Post a Comment for "Cara Mengetahui Apakah Suatu Ide Bisnis Baik atau Buruk"