Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

8 Penyebab Gagal Psikotes yang Paling Umum

Psikotes adalah tes yang dilakukan untuk mengetahui karakteristik seseorang dari sisi psikisnya.

 Psikotes sering dilakukan sebagai salah satu tes yang harus dilalui oleh calon mahasiswa sebelum masuk ke universitas atau ketika melamar pekerjaan.

Tes psikotes yang diberikan cukup beragam mulai dari tes menggambar, tes koran atau pauli, tes wartegg dan lain sebagainya. 

Tes psikolgis kian diandalkan sebagai alat untuk mengetahui kinerja seseorang di masa depan yang cukup akurat. Dari hasil psikotes ini seseorang dapat dikatakan layak atau tidak dengan lebih objektif.

Bagi perusahaan, organisasi, dan institusi, psikotes adalah alat yang cukup bisa diandalkan dalam rekrutmen dan memberikan solusi yang dibutuhkan. 

Namun bagi pelamar atau pendaftar yang harus melewati tes psikotes, ini adalah momok yang sangat meresahkan, menyulitkan, dan membuat sebagian merasa frustasi.

Mungkin anda adalah salah satu orang yang pernah merasakan kekecewaan karena gagal dalam psikotes sehingga mencari tahu sebab dan cara mengatasi kegagalan dalam psikotes.

Mengetahui penyebab kesalahan dalam psikotes sangat penting untuk mengevaluasi diri agar nantinya peluang lolos lebih besar. 

Mengetahui kesalahan umum yang dilakukan oleh orang lain juga memberikan gambaran lebih luas tentang resiko kesalahan yang mungkin akan terjadi.


Berikut 10 penyebab gagal dalam psikotes yang paling umum:


1. Tidak Pelajari Buku Trik Lolos Psikotes

Untuk dapat masuk ke perusahaan yang diimpikan tentunya harus ada modal yang harus dibayarkan yaitu berupa waktu, tenaga, dan uang untuk membeli buku trik lolos uji psikotes dan mempelajarnya.

Jia anda telah mempelajarinya maka anda selangkah lebih maju dari kandidat lain sehingga peluang diterima lebih besar. 

Di toko-toko besar biasanya dijual buku trik lolos psikotes yang telah ada ratusan soal latihan dan cara cepat menjawab soalnya.

Mempelajari buku psikotes bukan berarti untuk mengakali hasil psikotes agar peluang menjadi lebih besar untuk diterima. 

Mengakali yang dimaksud artinya menjawab secara tidak jujur apa yang menjadi kecendrungan dasar anda.

Mempelajari buku trik lolos psikotes adalah untuk memudahkan anda menjawab soal-soal psikotes nantinya. 

Harap diingat bahwa soal psikotes tidak sama dengan soal ujian dimana ada jawaban benar dan salah.


2. Mempunyai Mindset yang Salah

Ketika kita ingin bekerja di perusahaan yang dicita-citakan seringkali orang hanya memfokuskan mempelajari soal psikotes dan terjebak untuk mengisinya dengan sempurna. 

Padahal inti dari psikotes adalah untuk mengetahui kepribadian seseorang.

Jadi pradigma yang benar adalah dengan memperbaiki mindset dan kepribadian terlebih dahulu sebab dari mindset lah muncul jawabannya. 

Dengan memperbaiki mindset maka diri kita akan menjadi lebih baik dan pilihan yang kita pilih di soal akan lebih baik.

Contohnya apabila seseorang sering menaruh curiga pada orang lain maka orang tersebut akan sulit untuk bekerja sama dan menyatu dengan orang lain. 

Orang seperti ini akan berpeluang lebih kecil untuk diterima di perusahaan ketimbang yang memiliki sifat sebaliknya.

Jadi dengan mengubah pola pikir maka kepribadian, dan prilaku kita akan berubah dan dengan seiring waktu dan jawaban psikotes akan semakin baik.


3. Tidak datang tepat waktu

Ada banyak hal yang bisa terjadi apabila seseorang datang tidak tepat wkatu mulai dari mencoret nama pelamar tanpa wawancara. 

Atau jika diizinkan mengikuti psikotes, maka tidak akan kondusif dan memiliki waktu yang sedikit.

Datang tidak tepat waktu adalah salah satu penyebab gagal dalam psikotes dan ini adalah kesalahan yang cukup faktal. 

Datang tidak waktu langsung mencerminkan diri yang tidak disiplin, tidak menghargai waktu, suka  menunda-nunda, dan tidak menghormati aturan.

Meskipun terdapat banyak alasan yang bisa diberikan, kesan buruk akann langsung mincul.

Oleh sebab itu sebaiknya datanglah ke tempat psikotes 30 menit hingga 1 jam sebelum psikotes dilaksanakan.


4. Mengalami psikomatis

Ini sangat sering terjadi pada peserta psikotes dimana tiba-tiba mucul penyakit tertentu ketika deadline psikotes semakin dekat atau ketika sedang mengerjakan psikotes.

Ini dinamakann dengan psikomatis yang terjadi ketika tubuh menjadi panik, cemas, stress dan takut. 

Ini sanngat mengganggu ketika psikotes dilaksanakan karena harus sambil menahan rasa sakit. Sakit yang dapat muncul diantanya pusing, sakit perut, sering ke kamar mandi, dan pusing.

Agar hal ini tidak terjadi ketika psikotes dilakukan maka cobalah untuk menjadi rileks, bernafas dengan tarikan yang dalam, pikirkan hal-hal positif dan meminum obat pereda nyeri yang tak menyebabkan kantuk.


5. Istirahat yang cukup

Terkadang orang yang hendak menghadapi psikotes sering menghabiskan waktu malam hari untuk belajar dan efeknya justru dapat menggangu keesokan harinya ketika psikotes dilaksanakan. Mengantuk ketika ujian dapat beresiko pada gagalnya psikotes.

Mengantuk menyebabkan kurangnya kosentrasi dan ini sangat memngaruhi hasil psikotes nantinya. Mengantuk akan menyebabkan kemampuan otak menurun.


6. Tidak sarapan

Meskipun sederhana, sarapan penting dialkukan sebelum tes berlangsung dan ikut berkontribsusi dalam keberhasilan melakukan psikotes. 

Psikotes memerlukan banyak energi untuk mengerjakannya dan dengan tidak sarpan maka tubuh akan kekurangan energi termasuk energi untuk otak.


Otak yang tak mendapatkan asupan nutrisi taka akan dapat berpikir dengan baik sehingga dapat menyebabkan analisa dan pemahaman terhadap soal menjadi salah. 

Rasa lapar juga membuat otak terus membayangi makanan. Rasa lapar juga membuat tubuh cepat lelah.


7. Hanya mengerjakan soal yang sulit

Salah satu cara mengerjakan soal psikotes adalah mengerjakan soal yang mudah terlebih dahulu. Mengerjakan soal yang sulit terlebih dahulu hanya akan menyebabkan waktu terbuang begitu banyak.

 Psikotes tak menyediakan waktu yang banyak sehingga setiap menitnya sangat berharga.

Jika soal dirasa sulit untuk dijawab atau dipahami, segera beralih ke soal lain. Dengan begitu waktu tak terlalu lama dihabiskan untuk setiap soal sulit.

Yang berbahaya adalah waktu telah habis ketika soal mudah belum terisi. Tentu sangat disayangkan.


8. Tidak menjawab dengan konsisten

Seperti yang telah dijalaskan sebelumnya bahwa psikotes adalah tes yang digunakan untuk menguni kondisi psikis seseorang. 

Ketika seseirang menjawabnya dengan tidak jujur maka akan dapat terlihat dari jawabannya yang tidak konsisten.

Beberapa soal mengharuskan seseorang untuk konsisten dalam menjawab soal. Jenis tes yang mengharuskan untuk menjawab tes adalah EPPS. 

Walaupun soalnnya telihat sangat sederhana dibandingkan dengan soal lainnya, namun jangan sepelekan.

Soal terdiri dari 15 soal dan banyak soal diulang-ulang untuk mengukur validitas jawaban. Apabila seseorang menjawab tidak konsisten dengann skor dibawah 10 maka sudah dinnyatakan gagal dalam tes ini.


Bacalah dengan teliti setiap soal dan jawablah dengan jujur.


Kesimpulan

Diatas adalah penyebab gagal psikotes yang paling umum dialami. Dengan mengetahui hal diatas, anda dapat lebih waspada agar kejadian seperti yang digambarkan diatas tidak terjadi. 

Apabila anda berhasil mengantisipasi penyebab kegagalan psikotes maka kemungkinan berhasil akan jauh lebih besar.


Post a Comment for "8 Penyebab Gagal Psikotes yang Paling Umum"