Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Untuk Apa Psikotes? Ternyata Ini Alasannya


Ketika seseorang hendak melakukan konsultasi kesehatan mata maka dokter akan melakukan serangkaian tes dan juga akan melakukan pemeriksaan mata untuk melihat apakah ada kemungkinan infeksi. 

Tes yang dilakukan oleh optalmologis tersebut dapat membantu mereka mendiagnosis serta menentukan secara akurat obat dan perawatan yang tepat bagi pasien.

Demkian juga yang dilakukan oleh psikolog atau psikiater, terdapat serangkaian tes untuk dapat memahami perilaku yang muncul pada seseorang serta masalah mental dan perawatan yang nantinya yang dibutuhkan.

Psikotes dilakukan oleh psikolog atau psikiater untuk mengumpulkan informasi tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa, berperilaku dan berekasi. 

Informasi yang telah dikumpulkan tersebut nantinya akan dijadikan acuan dasar membuat rekomendasi dan perawatan.


Prosedur yang digunakan untuk membuat penilaian adalah:

Wawancara

Pengamatan secara langsung

Penilaian tertulis

Konsultasi dengan profesional kesehatan mental lainnya

Tes psikologi formal


Penilaian psikologis juga digunakan dalam bidang lain, seperti:

Dalam pendidikan, psikotes dilakukan untuk menilai kemampuan siswa dalam belajar, dan mengevaluasi kemajuan belajar di kelas

Dalam hukum, psikotes digunakan untuk menilai status kesehatan mental seseorang

Dalam dunia kerja, psikotes dilakukan untuk menemukan kandidat terbaik


Psikotes dapat digunakan untuk mengukur kemampuan individu yang berbeda seperti bakat mereka dalam bidang tertentu, fungsi kognitif seperti memori, penalaran, pengenalan spasial, serta sifat seperti introversi.

Semua rangkaian tes didasarkan pada teori-teori psikologi yang telah teruji secara ilmiah. Ada beragam format tes mulai dari yang manual sampai tes berbasis komputer. 

Beberapa tes psikotes diantaranya seperti pemecahan teka-teki, memecahkan masalah logika, tes daya ingat, dan menggambar.

Beberapa tes dilakukan dengan lebih kompleks dan sulit untuk mengakses alam bawah sadar seseorang yang dikenal denan nama teknk proyektif. 

Yang paling terkenal adalah yang dikembangkan oleh Rorchach yang disebut dengan tes Rorchach atau tes noda tinta.


Apa yang diukur dalam psikotes?


Psikotes yang dilakukan mencakup berbagai bidang yang berbeda diantaranya adalah


Tes kesehatan mental

Ini dilakukan dengan mencari tahu infomasi mengenai riwayat medis seseorang, riwayat keluarga, serta keadaan kesehatan mental saat ini. 

Penilaian ini dilakukan untuk mengidentifikasi apakah seseorang mengalami gangguan mental atau tidak.


Tes perilaku adaptif

Tes ini mengukur keterampilan sosial dan praktis seseorang. Gunanya adalah untuk menentukan apakah seseorang dapat menjalankan fungsi sosialnya dengan baik di rumah, sekolah, atau tempat kerja. Tes ini diberikan bersamaan dengan tes kognitif.


Tes bakat

Tes bakat dilakukan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam melakukan beragam tugas. Tes ini berguna untuk menentukann area mana keterampilan seseorang paling kuat. 

Dengan mengetahui bakat seseorang maka orang tersebut dapat bekerja lebih optimal dalam bidang dimana ia memiliki bakat terhadapnya. 

Sebagian orang mungkin berbakat dalam mengerjakan tugas-tugas kuantitatif yang membutuhkan penalaran logis dan matematika, sebagian yang lain lebih baik dalam bidang bahasa, dan sebaigan lainnya dalam bidang kreatif.


Tes kognitif

Tes kognitif adalah kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah, melakukan penalaran, kemampuan dalam pemahaman dan kata-kata, serta memori. 

Tes kognitif lebih dikenal sebagai tes kecerdasan atau tes IQ. Tes ini sering digunakan dalam bidang pendidikan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, dan potensi terpendam seseorang.


Tes kepribadian

Tes ini dilakukan untuk mengetahui kepribaidan seseorang apakah termasuk introver atau extrovert, berhati-hati atau spontan, mengetahui cara mereka merespon dalam menghadapi masalah hidup dan cara mereka bereaksi.

Perlu dicatat bahwa meskipun tes yang telah disebutkan diatas dapat dengan mudah dicari di internet dan dapat diikuti secara gratis, 

namun mengikuti serangkaian tes online dari internet tak akan memberikan hasil yang aktual dan akurat mengenai kondisi psikologis seseorang. Oleh sebab itu psikotes sebaiknya dibawah arahan profesional langsung.


Psikotes untuk rekrutmen

Bagi HRD, menemukan kandidat yang memiliki bakat yang sesuai dengan lowongan yang tersedia bagaikan mencari jarum dalam tumpukan jerami. 

Rekrutmen sendiri terkadang terlihat seperti permainan tebak-tebakan dalam serangkaian wawancara yang dijalani.

Sekalipun telah dilakukan penyaringan resume dan wawanara, tetap saja HRD belum dapat memastikan sepenuhnya apakah kandidat yang dipilih telah tepat dan cocok untuk pekerjaan yang dibutukan atau tidak.

Hal ini sesuai dengan fakta bahwa 33% karyawan baru memutuskan untuk berhenti hanya baru enam bulan bekerja karena mereka mulai menyadari bahwa pekerjaan yang dilakukan tidak cocok bagi mereka.

Ini artinya wawanara dan menyaringan resume saja tidak cukup akurat menentukan apakah kandidat yanng dipilih merupakan kandidat yang tepat untuk dipilih. 

Oleh sebab itu diperlukan tes yang benar-benar dapat menemukan bakat yang tepat sesuai dengan yang diharpakan.


Psikotes alat ilmiah yang menjadi jawaban yang tepat untuk mengetahui karakteristik seseorang yang meliputi: kemampuan kognitif, bakat, kepribadian, motivasi, dan lain sebagainya.


Psikotes yang dilakukan untukperekrutan calon pekerja sangat berbeda dengan psikotes untuk mendeteksi masalah kesehatan jiwa. Psikotes yang digunakan untuk kebutuhan rekrutmen dan bisnis telah berspesialisasi secara khusus untuk kebutuahan bisnis.


Dalam rekrutmen, tes yang biasanya dilakukann adalah tes kognitif dan tes kepribadian. Namun diluar dua tes ini, masih ada jenis psikotes lainnya.


Tes kognitif


Tes kognitif dinilai cukup valid untuk memprediksi kinerja seorang calon pekerja berdasarkan banyak hasil penelitian. Oleh sebab itu tes ini cukup diandalkan oleh perusahaan kala merekrut calon karyawannya.


Hal yang nantinya diukur adalah kemampuan verbal, numberik, spasial, mekanik, dan penalaran deduktif dan induktif.


Tes kepribadian


Tes kepribadian sangat baik digunakan untuk menilai calon pekerja dari sisi kepribadiannya. Jika sebuah perusahaan ingin merekrut  seorang akuntan maka kepribadian yang dibutuhkan haruslah analitis dan tepat. Sedangkan untuk posisi seles yang dibutuhkan adalah yang memiliki kepribadian yang gigih, ekstrovert, dan berpendirian.


Sebagian penelitian mengungkapkan bahwa tes kepribadian dapat menjadi alat untuk memprediksi kinerja masa depan yang terbaik. Jenis tes yang paling andal dalam rekrutmen adalah seleksi BFQ (Big Five Questionnare). BFQ dapat mengidentifikasi secara akurat lima faktor kepribadian, yaitu nerurtisisme, ekstraversi, keramahan, kesadaran, dan keterbukaan.


Tes lainnya


Dua tes diatas adalah yang paling umum digunakan, namun masih ada psikotes lainnya seperti tes integritas, tes motivasi, dan tes nilai. Bagi perusahaan yang membutuhkann tenaga penjual, ada psikotes yang dikhususkan untuk mencari kandidat tenaga penjulan.


Kesimpulan


Psikotes adalah tes yang dapat mengukur secara akurat kondisi psikologis dan karakteristik seseorang yang dapat berguna untuk memprediksi kinerja kandidat di masa depan.


Namun psikotes sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya alat dalam perekrutan. Gunakan alat atau cara lain sebagai pelengkap seperti wawancara kerja dan tes kemampuan pekerja.


Psikotes seharusnya diselenggarakann oleh lembaga penyelenggara psikotes yang secara profesional menyediakan, mengelola, dan menafsirkan hasil psikotes.


Dengan melakukan psikotes maka perusahaan dapat menemukan kandidat terbaik untuk dipekerjakan.


Post a Comment for " Untuk Apa Psikotes? Ternyata Ini Alasannya"