1. Spesifik (Specific)
Tujuan harus jelas, detail, dan tidak mengambang. Misalnya bukan hanya “ingin punya banyak pelanggan,” tapi “ingin menambah 100 pelanggan baru untuk produk minuman dalam tiga bulan ke depan.”
Kenapa harus spesifik? Karena tujuan yang jelas membuat kita tahu arah yang harus ditempuh. Bayangkan kalau kamu mau pergi, tentu lebih gampang kalau alamatnya jelas daripada cuma bilang “saya mau ke utara.”
2. Terukur (Measurable)
Kalau nggak bisa dihitung, kita jadi susah menilai sudah berhasil atau belum. Misalnya, “ingin menaikkan penjualan sebesar 20% dibanding bulan lalu.” Angka itu akan jadi patokan apakah target tercapai atau masih kurang.
Dengan ukuran yang jelas, kita bisa mengukur perkembangan secara objektif, bukan hanya berdasarkan perasaan.
3. Realistis (Achievable)
Target besar memang bagus, tapi kalau terlalu muluk bisa bikin patah semangat. Contoh: seorang penjual online pemula ingin dapat omzet Rp1 miliar di bulan pertama. Tentu itu sulit dicapai dan malah bikin frustasi.
Lebih baik buat target yang sesuai kemampuan saat ini. Misalnya, “meningkatkan penjualan dua kali lipat dalam tiga bulan dengan strategi promosi baru.”
4. Relevan (Relevant)
Tujuan yang dibuat harus nyambung dengan arah bisnis utama. Misalnya, kalau kamu punya bisnis kuliner, target meningkatkan followers Instagram memang relevan karena bisa menarik pelanggan. Tapi kalau targetmu justru ingin belajar main game online sampai level tinggi, jelas itu nggak nyambung dengan bisnis.
Relevansi ini penting supaya setiap usaha yang dilakukan benar-benar mendukung perkembangan bisnis.
5. Punya Batas Waktu (Time-bound)
Tujuan tanpa deadline sering berakhir jadi wacana. Dengan batas waktu, kita terdorong untuk bergerak. Misalnya, “mencapai 500 order dalam enam bulan ke depan.”
Deadline ini juga bikin kita bisa mengevaluasi, apakah strategi yang dipakai sudah tepat atau perlu diperbaiki.
Contoh Penerapan SMART Goals dalam Bisnis
Misalnya kamu punya usaha pesanan kue online. Daripada bilang:
👉 “Saya ingin usaha saya lebih sukses.”
Lebih baik pakai SMART Goals:
👉 “Dalam tiga bulan ke depan, saya ingin menambah 200 pelanggan baru dengan meningkatkan promosi di Instagram dan memberikan diskon khusus untuk pelanggan pertama.”
Jelas, terukur, realistis, relevan, dan ada tenggat waktu.
Kesimpulan
Metode SMART Goals memudahkan seorang pengusaha untuk membangun tujuan bisnis yang tidak hanya terlihat lebih bagus di atas kertas, tetapi juga lebih realistis dan memungkinkan untuk diwujudkan. Dengan target bisnis yang lebih spesifik, terukur, realistis, relevan dan memiliki deadline batas waktu yang jelas, perjalanan bisnis kamu bisa memiliki arah yang lebih jelas.
Jika kamu masih pemula dalam membangun bisnis, cobalah untuk menerapkan metode ini sejak dini. Ingat bahwa tujuan yang jelas merupakan setengah dari perjalan bisnis yang sukses.
Post a Comment for "Apa Itu SMART Goals dan Apa Pentingnya Untuk Bisnis Sukses ?"
yuk saling berbagi di kolom komentar