Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

7 Macam Soal Psikotes dan Cara Menjawabnya

Psikotes biasanya dilakukan untuk mencari kandidat terbaik yang dilakukan ketika melamar pekerjaan atau tes masuk kampus. Ini dilakukan baik oleh perusahaan rintisan ataupun perusahaan besar. 

Nantinya kandidat akan diberikan pertanyaan oleh psikolog untuk mengetahui keadaan psikis dan kepribadian pelamar.

Psikotes dilakukan untuk mengetahui karakter dan kepribadian seseorang seperti kecenderungan perilaku, kepribadian, dan minat. Hasil psikotes sangat menentukan apakah seseorang layak untuk diterima atau tidak.

Psikotes tak sama dengan ujian yang ada jawaban benar dan ada jawaban salah. Kita harus menjawab yang paling cocok dengan kepribadian kita. 

Jika seandainya kepribadian dan karakter ternyata cocok dengan pekerjaan yang diperlukan maka pelamar akan diterima.

Oleh karena ini psikotes bukanlah ditentukan dari apakah seseorang memiliki kemampuan akademik yang baik atau tidak melainkan aspek psikis lah yang menentukan kelulusan seseorang.

Bagi anda yang hendak melakukan psikotes sebaiknya ketahui macam-macam soal psikotes dan cara menjawabnya agar nantinya lebih mudah dalam mengisi soal dan memiliki gambaran yang lebih luas mengenai psikotes ini.


Jenis Soal Psikotes


Soal psikotes ada 7 macam soal yang harus diselesaikan. Setiap soal membutuhkan konsentrasi yang baik ketika mengerjakannya. Berikut jenis soal psikotes:


1. Tes verbal

Tes ini dimaksudkan untuk memberikan penilaian seberapa jauh peserta tes mengetahui sebab akibat dalam sebuah permasalahan. 

Selain itu tes kemampuan verbal untuk mengetahui seberapa luas peserta tes memahami kosa kata.

Tes verbal terdiri dari soal sinonim, antonim, analogi, dan korelasi makna. Dalam tes ini dapat diketahui kemampuan seseorang dalam menghadapi situasi tertentu. 

Soal verbal umumnya terdiri dari 40 soal. Kita diharuskan untuk menggunakan logika untuk dapat menjawab soal dengan baik.

Kunci untuk menghadapi tes verbal adalah perbendaharaan kata harus luas. Biasanya orang yang rajin membaca tak terlalu kesulitan menjawab soal-soal tes verba karena orang yang hobi membaca memiliki perbendaharaan kata lebih banyak dari pada yang tak suka membaca.

Jadi untuk menghadapi tes verbal, rajin-rajinlah membaca buku, KBBI, dan latihan soal tes verbal.


2. Tes wartegg

Tes wartegg adalah tes yang digunakan untuk mengetahui karakter yang ada dalam diri seseorang dalam menyelesaikan masalah, kemampuan beradaptasi, tekad dalam bekerja, dan seberapa ulet seseorang dalam bekerja. 

Nama wartegg berasal dari nama penemunya yaitu Ehrig Wartegg, salah seorang psikolog berkebangsaan Jerman.

Dalam soal akan terlihat 8 kotak yang berisi pola yang berbeda saatu sama lain. Polanya dapat berupa garis-garis, titik, dan bentuk. 

Jadi dalam soal ini kita diharuskan untuk melanjutkan pola dengan memilih salah satu pola yang tersedia. Untuk mengisi soal wartegg seseorang harus mempunyai imajinasi serta kreatifitas. 

Coba pahami lebih dalam mengenai pola-pola ini dengan sering-sering menjawab soal jenis ini agar nantinya lebih mudah dalam menjawab.


3. Tes logika artitmatika

Tes ini akan selalu muncul apabila posisi pekerjaan yang dilamar adalah dalam bidang yang membutuhkan aktivitas hitung-menghitung, menggunakan rumus, analisis, keuangan, atau pengembang software.

Dalam soal akan kita temukan angka-angka yang harus diselesaikan dengan hitung-menghitung. Namun bukan hitung-menghitung biasa, 

sebab untuk mengisi soal ini diharuskan untuk menebak angka yang akan muncul yang berupa loncat urutan atau pengelompokan urutan. Untuk mengisi soal ini dibutuhkan kejelian dan ketelitian.

Soal artimatika seringkali menjebak maka jangan terlalu berfokus pada bagian depan angka, lihat pula bagian secara keseluruhan angka untuk dapat melihat polanya. 

Jangan terlalu banyak menghabiskan waktu mengerjakan soal ini sebab banyak soal lainnya yang perlu diisi.


4. Tes penalaran (deret gambar)

Untuk dapat mengisi soal jenis ini kita dituntut untuk memiliki logika yang baik, memaami konsep logika aritmatika dalam bentuk gambar. 

Jika aritmatika niasanya menggunakan angka-angka, maka yang ini bedanya menggunakan media gambar dua ataupun tiga dimensi. 

Untuk dapat mengisi soal ini maka dibutuhkan kosentrasi untuk mengamati detail kecil dan bentuk polanya. Dalam mengisi soal penalaran ini tak boleh melewati sekecil apapun termasuk titik dan warna.

Dalam tes ini seseorang akan diuji dan dinilai kemampuannya dalam menangkap informasi, melakukan analisa terhadap masalah, dan kecepatan dalam mengambil keputusan. Sebaiknya kerjakan soal termudah terlebih dahulu.


.5. Tes koran (kraeplin/ pauli)

Tes kraeplin/ pauli jika di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan tes koran sebab angka-angka yang banyak membuat lembaran soal terlihat seperti koran yang dipenuhi angka. 

Tes ini terlihat cukup mudah namun juga cukup menguras kosentrasi dan tenaga. Hal ini terjadi sebab terdapat banyak sekali angka yang harus dijumlahkan.

Angka yang harus dijumlahkan terususn secara vertikal dari angka 0 hingga 9. Tes ini bertujuan untuk melihat seberapa besar kosentrasi, kecepatan dan ketelitian seseorang. 

Jika soal ini terjawab dengan baik tanpa ada banyak kesalahan, maka itu berarti seseorang mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap tekanan.

Waktu yang disediakan untuk mengerjakan soal ini ada sebanyak 60 menit dan peserta tes diharuskan untuk mengisi secara urut dari atas ke bawah. 

Dalam waktu tersebut isilah sebanyak mungkin soal dengan seakurat mungkin. Jangan sampai tertekan ketika mengerjakan soal karena itu akan mengurangi konsentrasi sehingga jawaban menjadi tidak akurat.

Cara mengerjakan tes koran adalah dengan menjumlahkan angka yang saling berdekatan lalu hasil penjumlahan dituliskan di sebelah kanan antara dua angka yang telah dijumlahkan lalu tulis angka terakhir saja.


6. tes menggambar pohon atau orang

Tes ini meminta peserta tes untuk menggambar pohon atau orang di dalam kertas berukuran A4. Namun dalam tes ini tidak diizinkan untuk menggambar pohon kelapa atau pohon yang berkuran kecil. 

Pohon yang diminta untuk digambar adalah pohon yang memiliki ranting. Sedangkan dalam menggambar manusia, diharuskan untuk menggambar dengan lengkap dari rambut hingga kaki.

Dalam tes ini peserta tidak dinilai dari seberapa indah gambarnya melainkan dari karakter serta kepribadian penggambar. 

Tes ini gunanya adalah untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri, stabilitas emosi, dan tanggung jawab ketika bekerja.

Sebaiknya gambarlah anggota tubuh yang lengkap dan detail termasuk detail pakaian dan benda yang melekat pada orang yang digambar. 

Apabila anda adalah seorang perempuan, maka gambarlah seorang perempuan demikian juga sebaliknya. Jika hendak menggambar dokter, maka gambarlah dengan legkap dengan pakaia dinas serta aktivitas tertetu yang dilakukan oleh dokter.


7. Tes Edwards Persoal Preference Schedule (EPPS)

Bagi kebanyakan orang, ini adalah tes yang paling mudah untuk dikerjakan. Namun karena mudah, jangan kerjakan dengan asal-asalan ya, 

sebab dalam tes ini seseorang dilihat dari tingkat konsistensinya sehingga mudah terlacak jika jawaban tidak sesuai dengan kepribadian karena soalnya banyak yang diulang. 

Tes ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepribadian dan karakter seseorang secara detail.


Post a Comment for " 7 Macam Soal Psikotes dan Cara Menjawabnya"